Friday, November 8, 2013

#MenulisMuharram: The Leafy Mosque



Anak ITB yang ngaku muslim nih belum dicap gaul kalau nggak tau masjid kampusnya sendiri. loh? bentar! Gue kan bukan anak ITB kenapa jadi nulis tentang masjid yang dibentuk tanggal 19 April 1960 ini. Alasan gue sering main disini adalah tempatnya adem, banyak pohon, religius, pusatnya makanan murah dan tempat nongkrongnya anak muda (ini modus!). Ok deh abaikan alasan yang gue jabarin, mending gue ceritain Masjid Salman beserta isi-isinya. Dari mata gue hingga narasumber Mahasiswa sekaligus anggota Masjid Salman ITB, kak @AgisNurholis.



Berawal dari ayah Prof.T. M. Soelaiman yang berkunjung ke ITB. Saat hendak sholat jumat, ayah beliau ini berkomentar tentang besarnya ITB tapi tidak mempunyai masjid. Yapp, saat itu mereka sholat jumat di gubuk kecil yang hampir reyot sekitaran Babakan Siliwangi. Komentar inilah yang membuat Prof. T. M Soelaiman tergugah untuk mendirikan masjid Salman ITB. Oh ya, untuk nama Salman sendiri itu dari presiden pertama kita sekaligus alumni dari ITB, Pak Soekarno pada tahun 1964. Salman sendiri di ambil dari nama sahabat nabi yang seorang teknikus. So sweet..

Saat ini, di Masjid Salman ada beberapa organisasi, seperti KARISMA (Keluarga Remaja Islam Masjid), Pustena (Pusat Teknologi Tepat Guna), dan lain-lain.. Organisasi ini juga terbuka untuk umum loh..

Bangunan masjid ini mengusung tema arsitektur modern, jadi sederhana dan tidak terlalu mewah. Tidak tampak kaligrafi, kubah, ataupun tiang.. Tapi karena bersebelahan dengan taman dan banyak pohon gede, masjid ini suasanya sejuk dan asri banget..

Yang unik dari masjid Salman ini, untuk shaf cewek pengisiannya adalah barisan belakang dulu, baru didepannya.. Penjaga masjidnya disiplin banget sama kekhusyukan saat sholat. Kalau shafnya belum rapat, dirapatkan. Terus kalau ada yang berisik diomelin, hehehe.

Di komplek masjid Salman ini, ada beberapa fasilitas yang cukup unik. Misalnya aja, wastafel air minum. Hmmm, mungkin kalau lagi bokek bisa ngambil air segalon disini ya. Hehe. Terus karena namanya aja masjid kampus, pelataran dan halaman masjid sering dipenuhi mahasiswa yang ngerjain tugas kuliah, bahkan gue  pernah lihat ada mahasiswa jelasin materi kuliah pakai papan tulis gitu.

Selain itu, kalau setiap Senin - Kamis, hari dimana puasa sunnah nih, pasti ada kultum menjelang adzan maghrib...dan juga takjil berupa teh atau kopi hangat. Lumayan banget kan..

Oh ya disini juga ada kantin dan asramanya loh. Kalau kata kak @BejoRopii sih kalau mau tinggal secara gratis disini harus ikut kaderisasinya atau jadi petugas di Salman. Syarat utamanya adalah mahasiswa tahun kedua maupun ketiga. Yah, jadi keingat sama suasana boarding school, hiks~

Oke deh, segitu dulu ya cerita gue tentang masjid ini. Yang lagi di Bogor, boleh banget mampir.. Tapi, hati-hati sama copet ya. Namanya juga tempat umum. Kapan hari waktu gue kesana, gue lihat ada yang tertangkap dan dipampang di mading masjid. Ckckck.

Kalau teman-teman, masjid kampusnya seperti apa nih? ;)

--

Oleh Monika (@MoniikaWP
http://monikandherstory.blogspot.com/

2 comments:

  1. ehm ehm Masjid di kampus aku jadi Masjid favorit sister
    Btw, sister mahasiswa ITB juga yah?

    -rizka-

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...