Saturday, December 3, 2016

Pengalaman Menginap di Hotel 'Angker' di Bali

 
 
 

Allahu akbar, sudah Desember!!!
November kemarin saya hanya menulis.....1 post. Keterlaluan sekaleee, padahal di sisi lain, saya juga tidak menulis satupun post di ZettaMedia. Tesis? Jangan tanya! :(((

Kadang saya merasa, “sebenarnya seharian aku tuh ngapain aja?” Banyak sih yang dikerjakan, tiba-tiba saja sudah malam dan kelelahan. Secara spesifik, dua minggu yang lalu, saya berjibaku dengan evaluasi pekerjaan – tanpa terasa saya sudah 10 bulan kembali bekerja full time. Woohoo. Lalu saya (dan seantero staf kantor) mengadakan annual meeting di Bali. Woohoo kedua.

Luar biasa ya, zaman sekarang ini namanya pekerjaan bisa remote dan tidak harus dilakukan di kantor yang sama. Saya dari Jogja, manajemen dari Jakarta, dan divisi IT/Teknologi dari Surabaya bertemu di bandara. Saya tiba pertama kali, sambil celingukan karena di antara semua orang itu, hanya Gita, project manager, yang pernah saya temui. Sementara Kak Ollie sudah di Ubud. Untungnya saya tidak perlu pegang kertas bertuliskan “Zetta Media” karena mengenali mereka (atau mereka mengenali saya) cukup mudah. Cari saja yang berkaos ZettaMedia. #yaelah #pleasedeh

Anyway, even though every memory in Bali was really meaningful, tapi ada satu yang tidak akan terlupa. Yaitu...saya nginep di kamar bekas tempat kejadian orang bunuh diri.

Begini ceritanya.

Saturday, November 19, 2016

BOOK REVIEW: Your Sin Is Not Greater Than God's Mercy - Nouman Ali Khan



Judul: Your Sin Is Not Greater Than God's Mercy
Penerjemah: Putri & Isma
Penyunting: Ahmad Najib
Penerbit: Noura (PT Mizan Publika)
ISBN: 978-602-385-130-0
Tebal: 280 hlm
Tahun terbit: 2016
Genre: Agama, Islam  

Akhirnyaaaaa saya bisa nge-blog lagiii~ Sebenarnya, kalau waktu sih selalu punya, after all I’m not die yet. Tapi excuse-nya selalu lebih banyak daripada waktu. Tak terasa hari dan minggu berganti, OH NO, sudah hampir sebulan blog ini dianggurin. I have A LOT of things to tell. Kalau di post sebelumnya saya tulis “last two weeks has been so crazy”, ternyata kegilaan itu sedianya belum akan berakhir hingga minggu depan. Yes, I am going to Bali on Monday for an annual meeting with my bosses. Saya juga akan mengambil satu hari libur – yang aslinya terpaksa karena tidak dapat penerbangan (yang murah). Where should I go, any suggestion?

Meskipun saat ini saya sedang sakit batuk (padahal mau ke Bali hiks hiks), akhir-akhir ini saya semakin banyak bersyukur karena tahun ini adalah salah satu tahun terbaik dalam hidup saya. So many ups and downs, but life has been so so amazing I can’t even. Sayangnya, di sisi lain, saya bukannya tidak sadar ada beberapa konflik, baik yang saya rasakan secara pribadi, maupun dengan sebagian orang. Tentu sister tahu apa isyu yang sedang ramai saat ini, saya pun sebagai orang yang cerdas rempong, memikirkan dengan seksama apa reaksi terbaik yang harus saya sampaikan. Saya memilih untuk hanya mengakui pendapat saya ke segelintir orang yang cukup ‘waras’ untuk diajak debat secara bijaksana dan legowo. Hidup ini indah karena adanya perbedaan. Lebih indah lagi ketika kita bisa memahami ya itulah esensi hidup: perbedaan tidak untuk dipertentangkan, melainkan untuk diapresiasi.

Hal inilah yang mengingatkan saya akan buku yang saya beli sebagai hadiah ulang tahun untuk diri sendiri. Saya pernah menulis tentang Nouman Ali Khan di post ini, dan ketika saya sedang di toko buku, I couldn’t help to not buying the book.

Kesan pertama membaca buku ini adalah.....you better watch his YouTube videos. Hahahahaha, engga deng. Terjemahannya memang engga terlalu bagus sih, tapi kalau kurang percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggris, ya boleh deh.

Buat sister yang belum pernah menonton ceramahnya Nouman Ali Khan, harus terlebih dahulu memahami kalau beliau ini ngomongnya agak bertele-tele. Mau ke satu poin itu kudu kemana-mana, hanya penyampaiannya menarik dan asyik. Pelan-pelan pasti ngerti, oh gini maksudnya. Makanya setiap bab dijelaskan dalam jumlah halaman yang cukup banyak. Kalau sister kurang begitu ‘ngeh’, ya balik aja baca dari halaman pertama dengan lebih perlahan. (Dan kembali lagi, ada baiknya kamu menonton YouTube-nya langsung).

Buku ini punya benang merah tentang dua hal, yang pertama, bahwa ampunan Allah itu sangat-sangat luas.
 
“Hal pertama adalah ketika Anda dan saya berdosa, kita merasa kecewa pada diri kita sendiri. Kenyataannya begitu jika Anda masih memiliki sedikit susila dalam diri Anda. Ketika Anda melakukan sesuatu yang salah, pada akhirnya Anda akan menyesal dan berkata, ‘bagaimana aku bisa melakukan hal itu?’ Setelah itu, Anda kehilangan harapan diri sendiri. Maka, wajar jika Anda kecewa terhadap diri sendiri.” (halaman 160)

Monday, October 31, 2016

Don't Forget to Breathe

Last two weeks has been so crazy I even slept for 12 hours last night! I know it’s not good but I just couldn’t help myself as I was really tired. However, I also understand that I am getting more exhausted because I didn’t make time to work out. That’s why I did jogging a bit this morning.

Anyway, there is always first time for everything. For me, it was the academic symposium that I joined last week. For you who have known me for some times, perhaps you know that I have been hesitate for all these years, to decide what I want to be after I graduated from Master Degree. As much as I love sharing and exchanging knowledge, I do realize that lecturer’s salary in Indonesia is small. Hahahahaha, reality bites! My aunt can go everywhere and help paying my tuition fee because she is so busy taking care a lot of projects. At this point, I am not sure I can handle so many things – without slipping on one thing – like her.

It didn’t stop me to join the Asian Congress for Media & Communication (ACMC) 2016 because I have to take myself to the next level. I also am very curious if I can get along with scholars. It required more effort as I have to read my research again, collect updates about football situation in Indonesia, etc.

Long story short, I arrived at the opening ceremony. I was so nervous. Luckily, I saw familiar faces as I met delegates from Universitas Brawijaya. I sat with them until the dinner, it almost felt like I play safe as I didn’t need to introduce myself to new people.

At the second day, I still feel anxious but some delegates start introducing people to their friends and colleagues. We already have parallel sessions so it became easier to spark the conversation. It didn’t happen to me as I haven’t get my session yet. But I attended some sessions and finally, make friends with students from Philippines :)))

Then, the last day came and it’s time for me to present my paper. Glad to get a few comments and questions. My research about football players also a bit ‘fun’ so I successfully made my session more relaxed and we laughed a lot. Not to mention, my moderator, mas Fajar Junaedi, is also a football addict and he completed my explanation about football in Indonesia.

Being able to share my experiences and exchange insight eventually turned me to be more confident. At lunch, I approached more participants to get their business card so that we can keep in touch. The president of ACMC, Dr. Azwan Azman also asked how I feel about the conference. I found myself expressing my anxiety to her. Curhat gitu ceritanya. She appreciates my effort and encourages me to join another conference – which I WILL! After graduate, for sure :)))

So I just want you to know that I am not always confident. I do feel insecure too, sometimes. MANY times. I got out of my comfort zone because I want to grow. So what about you? Have you done something to prove that you are committed to your self development?

Lots of love,
Prima
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...