Friday, January 2, 2015

#1Day1Dream: Memiliki Hotel Syariah

Berenang di The 1O1 Yogyakarta

Perkiraan Pencapaian: sebelum usia 50 (lima puluh) tahun, Tahun 2038

Saya amat sangat suka berenang. Padahal, saya tidak begitu suka berolahraga - faktor badan udah menggendut kali ya, dibawa ngapa-ngapain udah males #lhah. Selain itu, saya juga ga suka keringetan. Aneh deh, padahal dalam hati pingin juga bisa jago main tenis atau ikutan lari cantik biar jadi hipster.

Jadi, berenang adalah olahraga paling cocok untuk saya. Apalagi kalau sambil ngobrol dengan teman-teman di pinggir kolam, terus ngemil kentang goreng dan minum jus jambu, wah pasti tahan berjam-jam #MakinNgaco #SalahFokus

Menurut saya, tempat paling asyik buat berenang ya.. di hotel. Soalnya nih, kolam renang di hotel ga begitu ramai seperti di kolam renang umum, kecuali pada masa liburan. Hotel, terutama bintang tiga keatas, punya kolam renang yang ga cuma memenuhi standar keselamatan dan kebersihan; tapi desainnya juga cantik dan sangat nyaman, bahkan untuk kita sekedar rehat di tengah-tengah berenang atau duduk-duduk setelahnya.

Kalau ada peribahasa ‘sambil menyelam minum air’, berenang di hotel punya prinsip ‘sambil berenang bisa (bikin) foto-foto keren’. #eaaa

Sayangnya, di Indonesia, jarang banget ada hotel yang punya kolam renang khusus perempuan. Ya menurut ngana aja, profit bisa turun kalau kolam renang hotel cuma dibuka untuk perempuan. Selain itu, masalah dengan kolam renang khusus perempuan juga meliputi staf yang menjaga kolam renang tersebut; serta infrastruktur yang mendukung keberadaan kolam renang tersebut. Misalnya, kolam renang tersebut kemungkinan besar harus indoor. Kalaupun outdoor, di sekelilingnya tidak boleh ada bangunan yang lebih tinggi. Lha kalau bisa ngintip ke dalam kolam renang, sama aja bohong dong. Hehehe.

Kolam renang khusus perempuan tentu penting untuk saya yang berhijab, bahkan yang tidak berhijab pun rasanya juga akan senang dengan ide ini. Jujur, berenang dengan mengenakan bergo atau inner hijab seperti yang biasa saya lakukan, kurang nyaman. Apalagi, saya ngerasa kalau berenang pakai legging dan manset itu kurang tepat, meski biasanya saya tetap pakai kaos luaran lagi. Setelah basah, tetap ketat kan? 

Jikalau kita bisa menemukan cara untuk berenang dan tetap berhijab (agak) syar’i seperti yang dilakukan Fitri Aulia dengan basic dress-nya, rasanya tetap aneh berenang bareng para laki-laki. Tentu saja, kita kan ga bisa membatasi baju renang mereka. 

Setahu saya sih, di negara-negara seperti Uni Emirat Arab atau Qatar, mereka punya spa khusus perempuan, lengkap dengan pantainya! Yup, jadi di spa tersebut, mereka punya area pantai yang ditutup khusus untuk customer spa! Ngebayanginnya aja udah bikin saya hepi banget..

Selain kolam renang khusus perempuan, saya juga pingin punya hotelnya sekalian. Teman-teman mungkin sudah tahu bahwa saya sedang membantu tante untuk mengelola Griya Gunawan Sumodiningrat, yang bikin saya sadar bahwa industri penginapan di Indonesia ini laku banget lho. Terlebih, di kota-kota besar yang menjadi tujuan wisata, pendidikan, atau pusat pemerintahan. Sebut saja Yogyakarta dan Malang. Wuih, kayaknya hotel-hotel di kota ini pada pakai CV yang sama, CV. Bandung Bondowoso, jadi pembangunan hotelnya kelar dalam semalam #krik

Tapi, hotel di Indonesia punya masalah yang sama dengan kolam renang khusus perempuan. Saya ga paham kenapa staf hotel yang perempuan hampir selalu mengenakan baju yang cukup ketat dan mini. Kalau memang hal ini adalah untuk kepraktisan, jadi mereka bebas beraktivitas, hmmm mungkin ya.. Saya sih risih lihatnya, mohon maaf lahir bathin kalau teman-teman lain tidak merasakan hal yang sama, hehehehehe. 

Saya percaya, bisnis-bisnis islami juga lagi berkembang banget. That’s why, saya pingin punya hotel syariah yang tidak hanya bisa memberikan kenyamanan secara fasilitas, tapi juga ketenangan dalam hati. Saya tahu EastParc Hotel Yogyakarta tidak menjual minuman beralkohol di restoran, dan tentunya salut untuk mereka. EastParc Hotel adalah salah satu acuan saya; kebetulan pemiliknya juga berhijab dan saya pernah berbincang dengannya. 

Kenapa menunggu usia 50 tahun? Soalnya saya mau belajar terlebih dahulu, hihihi. Saya punya target pribadi untuk Griya Gunawan Sumodiningrat, dan sepertinya saya membutuhkan minimal 2-3 tahun untuk bisa membuatnya mandiri dan bisa didelegasikan. Selepas itu, saya juga butuh waktu untuk membuat rancang bangun, mencari lokasi, dan mengumpulkan modal. Mungkin, mungkin lho, kalau ada yang mau jadi investor, saya pingin membangun kolam renangnya duluan. Ya, insyaAllah dalam 10-15 tahun kedepan bisa lah ya.. 

Terakhir, harapan saya, hotel ini cukup besar untuk menampung banyak karyawati. Saya ingin sekali menekan angka TKW, terutama agar mereka lebih dekat dengan keluarga di Indonesia. Semoga ya ;)

Love,
Prima

8 comments:

  1. wah keren. kalo ga salah pemerintah brunei juga nerapin gini kan, berbau syariah gitu.

    main ke sini jg ya http://antsomenia.blogspot.com/2015/01/dunia-tempat-aku-berada-1day1dream.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai andra, aku udah baca blog post-mu, keren!
      kabarin yah kalau udah launching bukunya ;)

      Delete
  2. semoga terwujud kak. aku mau jadi customer hotelnya. atau jadi investor mungkin (?) hehe

    ReplyDelete
  3. Amiiien...sungguh keren cita2mu Prim...

    ReplyDelete
  4. Aamiin, semoga bisa terwujud kak impiannya :D

    ReplyDelete
  5. AAAAAK ASLIIIIHH KEREN BANGET! Kalo disini ada sih kolam renang khusus wanita, cuma ya gitu, rame dan jauh. Deket rumah ada hotel, tapi ya gak buat wanita doang. Serba salah yah. Duh didukung banget mimpinya :D kali nanti kalo udah dibangun bisa kesana :D

    Ohiya, baca juga kak #1Day1Dream aku di www.adesiana.com :))

    ReplyDelete
  6. wuih, jangankan yang berhijab, gue yang gak hijab aja kadang risih berenang bareng cowok. Jadi kalo gue renang nunggu tengah hari biar sepian.. hihi..

    Semoga terwujud yaa, sukses juga buat bantu tantenya :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...