Sunday, May 1, 2016

Zumba Ternyata Tidak Bikin Kurus!

Dua bulan terakhir ini, saya lagi senang zumba. Sebenarnya, tante dan teman sekamar getol banget ngajakin saya yoga. Tapi saya sudah takut duluan sama gerakannya yang lemah gemulai, kayaknya saya sama sekali engga cocok deh. Udah gitu saya orangnya kan pelor (nempel langsung molor) ya, bukannya pendinginan/meditasi, nanti yang ada saya malah terlelap. Zzzzz. 

Saya justru tergoda untuk ambil membership fitness di gym tempat teman sekamar saya melakukan yoga. Biasalah, gym yang banyak cowok kekarnya gitu. Kelebihannya adalah karena dekat kampus, masih banyak mahasiswi yang nimbrung dan harganya sangat terjangkau. 

Sepulang dari lihat-lihat gym dan membaca jadwal, saya malah bukannya daftar jadi member, tapi datang ke kelas zumba. Kesambet setan kayaknya memang. Soalnya saya tuh terakhir kali ikut kelas aerobik dll itu waktu semester 3 kuliah S1!!! Jadi sudah lebih dari 5 tahun yang lalu (jangan tanya tepatnya berapa tahun, pokoknya jangan!).

Mungkin keinginan ikut kelas zumba juga karena dikompori oleh teman-teman sekelas: Nene, Putri, dan Dias. Tapi malah sampai sekarang kami belum pernah zumba bareng. Mereka sering cerita kalau zumba itu olahraga yang menyenangkan karena gerakannya tidak sesulit aerobik dan lagu-lagunya selalu update. Terus saya search deh di YouTube, dan malah nemu grup dance satu ini:

Kalau dilihat-lihat gerakannya mudah ya? HAHAHAHAHAHAHA itu kan sesudah mereka latihan berbulan-bulan, sist! Baru sekali-dua kali terus memang dari sononya badan engga lentur (kayak saya), ya mimpi aja. But long story short, saya mencoba datang kelas zumba and I never regret it.

‘Sedihnya’, tepat dua bulan kemudian, saya menemukan berat badan saya tidak bergeser ke kiri sedikitpun – barang 1 kilo pun! Why so? Menurut saya, ini beberapa penyebabnya:

1.    Berapa Lama Kamu Melakukan Zumba?
Yaelah, baru dua bulan ini udah ribet pingin turun sepuluh kilo. Saya sadar kok, ada kenaikan berat badan yang konsisten sejak wisuda S1 awal 2012 yang lalu. Kalau dirata-rata, naik satu kilo tiap tahunnya lumayan wajar lah. Cuma kan saya belum hamil yak, ntar kalau hamil mungkin jadi kayak paus deh. Hiks. Cuma kembali lagi, to be fair, kalau mau turun berat badan dengan serius seharusnya melakukan work out minimal 90-100 hari deh. Baru bisa dilihat perbedaannya. 

2.    Berapa Kali Kamu Zumba dalam Seminggu?
Idealnya nih, kita melakukan work out selama 30 menit sebanyak 3-5 kali seminggu. Tujuannya engga hanya untuk menurunkan berat badan, tapi juga untuk kesehatan tubuh secara umum.  Jadi, kalau kamu cuma melakukan zumba satu kali seminggu, dan di hari lain tidak melakukan gerak apapun, ya jangan harap turun berat badan. Gerak disini engga harus olahraga berat lho, tapi kalau kamu membiasakan naik-turun tangga, jogging di pagi hari, atau pakai skipping rope; sebenarnya sudah bisa dihitung sebagai work out. Meski kemudian, waktu olahraga khusus tetap dibutuhkan. 

3.    Bagaimana Pola Makanmu?
To be honest, saya sempat kena vertigo beberapa hari yang lalu karena sedang mengikuti program diet. Program ini mengharuskan saya mengatur asupan makanan dan juga minum teh pelangsing. Ditambah zumba dua kali seminggu, dokter bilang ‘bye!’ Agar bisa membakar lemak dan memperbaiki jaringan otot yang rusak karena olahraga, tubuh membutuhkan asupan protein yang berkualitas. Kalau kamu tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, kamu tidak akan turun berat badan dan malah sakit. Kalau sudah sakit, ujung-ujungnya kamu harus makan banyak untuk pemulihan. That’s why, memperbaiki pola makan itu harus. Biasanya nih, kebanyakan orang menyiksa diri dengan berolahraga saat perut kosong. Supaya makin kurus, mereka justru tidak makan apa-apa sesudah olahraga. Konsumsi makanan kecil seperti pisang, apel, atau susu low-fat; satu jam sebelum dan sesudah latihan bisa membantu mengurangi nafsu makan yang melonjak karena lapar.

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang berpengaruh pada penurunan berat badan, seperti stres, pola istirahat, dan kondisi tubuh seseorang. Tapi untuk zumba sendiri, mungkin kamu akan bertanya, ‘terus kamu ngapain zumba, Prim?’

Saya pernah bercanda kepada seorang teman di kelas zumba, ‘kalau saya engga zumba, berat saya bisa jadi 70 kilo mbak!’ JANGAN TANYA BERAT SAYA SEKARANG BERAPA, PLEASE!!!

Itu bercanda kok. Saya sekarang selalu menanti-nanti waktu zumba karena it makes me feel good about myself. Gerakannya yang seksi dan menggoda (engga usah dibayangin...) membuat saya sadar bahwa this is my body and I love it. Setiap individu, dan setiap olahraga, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi justru zumba-lah yang membantu saya menumbuhkan kepercayaan diri. Soalnya nih, zumba itu engga dirancang untuk orang-orang yang –maaf – trepes – justru zumba itu bakalan lebih powerful ketika dilakukan oleh orang-orang yang...bahenol (...seperti saya?) :)))))

Intinya sih, I love doing zumba dan sampai sekarang belum pingin berhenti. And for that, I would thank my beloved instructor, mbak Zeetha yang sudah membuat kelasnya menyenangkan. Orangnya baik banget, pokoknya ikut kelasnya itu nyaman dan ngangenin, hihihi. Videonya mbak Zeetha bisa dilihat dibawah ini nih:  


So, gimana? Apa kamu tertarik untuk mengikuti zumba? ;)

Lots of love,
Prima


***Buat yang tinggal di Jogja dan pingin tahu jadwal kelasnya Mbak Zeetha, bisa kontak ke: 087838294940 atau 085743464040, dan Pin BBM: 5D07EA0D (sssttt, she is also a hiphop dance instructor!) ;))

14 comments:

  1. Berarti Zumba nggak didesain buat orang macem aku yang beratnya cuma mondar mandir antara 40-44kg??
    Ya sebenernya aku butuh sesuatu yang bantu menambah berat badan malah. Huahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa aja sih, tapi lebih cocok untukku, haha.

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Dulu saya ikut kelas zumba selama 4 bulan dan hasilnya? SAMA hahah karena apa? karena sepulangzumba saya makan bakso :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah nah, makanya kalau saya milih zumba malam.
      Pulangnya saya cuma makan pisang atau minum jus buah.
      Semoga berhasil turun berat badan bulan depan :D

      Delete
  4. Aku pernah ikut zumba, berhubung jarang jadinya gak ngarep berat turun, cukup seseruan aja sama musik dan gerakannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga awal-awal, kalau ga bisa ngikutin mbak Zeetha aku jalan sama goyang-goyang doang di tempat. hahahahaha

      Delete
  5. Ajakin aku zumba donk kakaaaaaa aku juga penggemar zumba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk. aku mau nyoba tempat baru nih Jumat besok, deket Jogja Bay. Whatsapp aku dong~

      Delete
  6. selain itu genetik dan usia yang mempengaruhi berat badan yang bikin berat badan gak turun2

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya genetik ga bisa mengubah bentuk badan jadi kurus gitu, tapi masih bisa menurunkan berat badan kalau digenjot lebih keras.

      Delete
  7. Hi Prima,

    Aku dari kecil memang nggak pernah kurus krempeng, selalu chubby. Tapi olahraga yang paling drastis nurunin berat badan (dari 60kg ke 52kg) itu cuma Zumba untuk aku. The funny thing is, geraknya kadang harus lebih ambisius dibanding instukturnya. Jadi ngedance tapi harus all out. Hihihi.

    Kadang memang nurunin BB susah, tapi coba ukur dengan meteran deh :) Biasanya lebih ngaruh, nggak kerasa tiba-tiba celana atau bra longgar.

    Good luck ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. whoaaaaaaa blogku dikomen kak Alo~~~ :)))

      Iya Kak, kayaknya postur tubuh kita agak-agak mirip #sokiyes jadi engga bisa kurus banget, pasti tetep curvy. Aku sekarang mau coba zumba tiga-empat kali seminggu deh, we'll see then.

      Delete
  8. Aku baru mulai zumba sih,baru seminggu aku ambil kelas member yg seminggu 4 kali pertemuan ,efektif gasih ?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...