Thursday, January 2, 2014

Candy Candy and the Story of Her Adventure

Assalamu’alaikum Sister ^^
(eh ntar ada yang protes apa blog-nya cuma buat perempuan aja? Engga dong, insyaAllah membawa kebaikan buat semua ya ;))

Setelah sekian lama saya tidak menerbitkan tulisan edisi Sister to Sister dengan alasan klasik (ho oh, sibuk), now we’re back!!!

Tahun baru, semangat baru dari sister-sister yang kece, keren, dan insyaAllah, sholehah ^^

Kali ini, ada seorang sister (yang kebetulan berulangtahun hari ini – Yaaay, Happy Birthday and all the best, sist! ^^), sahabat dekat saya beberapa tahun terakhir ini, dan kami pertama kali kenalan di…kereta! Hihi, sama-sama ceriwis, jadi ga susah buat memulai ngobrol dan akhirnya keterusan suka sharing sampai sekarang.
Cerita pertemuan kita kayak gini lhoh.. lupakan sponsornya :p

Sedikit cerita tentang sist Yanny (@yannyhariati) – begitu saya biasa memanggilnya – dia ini adalah pemilik dari Lumpia Soehat (@lumpiasoehat), yang berasal dari Malang. Lumpia Tuna-nya enak banget lho (favorit saya). Kalau sister lagi mau ke Hypermart di Royal Plaza (Surabaya), bisa nyobain di stall yang tepat disamping pintu masuk Hypermart. Kalau di Malang, ada di Basement MOG. Cuss deh.

Selain sibuk memastikan mutu dan kualitas lumpia agar semakin baik di tahun 2014, sist Yanny sedang mencoba satu bisnis baru nih. Especially buat para partisipan #MenulisMuharram, sister satu ini adalah supporter buat hadiahnya lho. Yup, Kelana Scarf (@KelanaScarf) itu punya dia. Hoho, udah baik banget ya dia, mau bantuin saya kasih hadiah buat sister ^^

Nah daripada menerka-nerka seperti apa sih sahabat saya ini, langsung simak aja interview saya dengan Yanny Hariati.


Prima: Assalamu’alaikum, sist Yanny. Apa kabar? Gimana kuliahnya?

Yanny: Alhamdulillah kuliah lancar, lagi menargetkan 3 semester lulus. Buatku kuliah S2 ini makin seru, soalnya teman-teman kan macam-macam profesinya. Jadi konsep dan teori yang dipelajari bisa makin matang.

Prima: Sip sip, amiiin. Terus gimana sih ceritanya dari lumpia eh terbang ke scarf?

Yanny: Awalnya sih ngobrol ringan gitu sama sahabat kecil, namanya Yashinta (@uruliayz). Saya kan memang sejak awal lebih banyak usaha di bidang food and beverage, pingin tau gimana ya kalau diluar itu? 

Kebetulan sahabat saya ini mengawali karier sebagai model, terus sekarang lagi sekolah fashion design dan juga kepikiran untuk menciptakan suatu karya. Memadukan antara impiannya, juga pengetahuan yang ia miliki tentang kain, desain, teknik menjahit - semua itu memang dia lebih memahami daripada saya. 
Brainstorming deh buat menyamakan persepsi. Dibutuhkan waktu satu setengah bulan untuk mematangkan ide, konsep, logo, visi misi, desain, terus buat pemilihan bahan, segmen target, penghitungan berjangka, hingga strategi komunikasinya. Segmen target kami adalah menengah ke atas..

Prima: Wow. Satu setengah bulan, lumayan cepat ya. Pembagian tugasnya gimana tuh?


Yanny: Produk ini produk berdua ya, jadi satu sama lain saling melengkapi. Terinspirasi dari kisah kutu buku mbak Ollie (@salsabeela), jadi disini Yashinta (@uruliayz) karena latar belakangnya (sekolah fashion), menjadi desainer produk. Dia mengerjakan desain hingga pemilihan tema, warna, bahan. Saya menggeluti bidang saya yaitu di perencanaan, price list, serta marketing. Tapi banyak hal yang dilakukan bersama seperti hal kecil: setrika uap untuk finishing product, foto produk bersama, bikin ide tutorial bersama, termasuk juga belanja bersama :) Kebetulan kos kami berdekatan, jadi kami bisa sering berdiskusi tentang Kelana.






Prima: Naaah, nama Kelana dapat darimana tuh?


Yanny: Suatu malam saya terinspirasi dengan foto-foto petualangan saya di Semeru. Saya utak-atik beberapa kata yang berhubungan dengan petualangan. Yang ada di otak saya itu, perempuan muda yang bangga dengan hijabnya, terlihat percaya diri saat melakukan suatu perjalanan, dan harus ada sisi etniknya juga. Akhirnya keluar kata ‘kelana’. Alhamdulillah, Yashinta (partner) suka dengan nama itu. Kalau di logo, sisi etnisnya digambarkan dengan lilitan kain.

Prima: Tapi ya sist, bisnis hijab kan lagi nge-tren ya. Gimana dong dengan ketatnya persaingan yang ada?

Yanny: Iya, itu tantangannya. Makanya kami menawarkan berbagai pilihan jenis kain, terus setiap item ada tema-tema di tiap bulannya. Misal bulan Desember temanya ‘Candy Square’, kita pakai warna-warna pastel. Nanti di bulan Januari (maksudnya bulan ini deng), kami aka nada tema wayang. Jadi yang penting dapat ‘etnik’-nya.
Oya, setiap produk cuma ada satu buah lho, jadi limited edition sifatnya. 



Prima: Hmmm, jadi ga sabar nih nungguin koleksi Kelana Scarf selanjutnya. Masih berhubungan dengan masalah persaingan ini ya. Kalau menurut sist Yanny sendiri nih, sebagai mahasiswa S2, sejauh mana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah berguna untuk dunia wirausaha?

Yanny: Menjadi wiraswasta itu harus dinikmati, diselami, istilahnya nih mesti 'berproses'. Sebenarnya untuk hubungan Pendidikan dan Ber-wirausaha itu kembali lagi ke pribadi masing-masing. Saya bersyukur dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang terbiasa berwirausaha. Dari sejak kecil, saya hidup dalam suasana wirausaha. Diawali dengan almarhum kakek yang menjadi inspirasi saya, keteguhan kakek terukir dalam menyulap Desa Kalibaru (daerah perkebunan, perbatasan antara Banyuwangi dan Jember) menjadi desa wisata. Lalu papa juga selalu membantu saya untuk menggali kreatifitas. Mereka mengajarkan kepada saya bahwa peluang bisnis ada dimana-mana, yang penting kita harus mampu menciptakan produk atau jasa yang berkualitas dan jujur.

Prima: Okay, terakhir. Harapan untuk 2014, khususnya di ulang tahun ini, boleh tahu dong?

Yanny: Yang pertama, fokus saya adalah S2. Buat saya, tiga hal: berbagi, mengajar, mengedukasi adalah tugas penting dan kewajiban tiap individu. Jadi rencana jangka pendek setelah lulus S2 mau mengajar dulu setahun, baru lanjut S3, amin ya Robb (semoga bisa kesampaian ya).

Terakhir, untuk Kelana Scarf, saya dan Yashinta (partner) melihat bahwa Kelana adalah wadah untuk beraktualisasi. Sebuah project persahabatan, jadi saling melengkapi dan banyak terdapat kesamaan visi-misi. Yashinta punya mimpi besar sendiri, dan dia juga sudah beberapa kali mengadakan fashion show. Tapi kami berdua berharap bisnis (hijab) ini bisa menjadi bisnis yang mendekatkan diri kami kepada Allah :)


Aaamiiin, insyaAllah. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh berkah dari Allah ya, tidak hanya untuk Sist Yanny tapi juga untuk pembaca semuanya~

Untuk update mengenai Kelana Scarf, langsung follow Twitter-nya ya: @KelanaScarf.  
Sukses sist! ;)

Love,
Prima

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...