Friday, September 16, 2016

Hore, Saya (Sempat) Punya Pacar!

Ini adalah kejadian super konyol yang saya alami pada minggu lalu. Terpaksa saya menulis di blog karena beberapa teman saya di Facebook pada bingung, dan supaya jadi pelajaran buat sister.

Suatu petang di hari Kamis, saya sedang mengantri ‘kencan’ dengan dokter gigi. Datanglah seorang bule duduk di sebelah saya. Lucunya, saya yang memang dari sononya kikuk, terjebak pada sebuah adegan yang ‘heboh’. Saya yang hendak memindahkan kunci motor dari saku jaket ke tas, tak sengaja turut mengeluarkan uang koin – yang dengan bebasnya meloncat dari tangan saya dan berputar-putar di lantai. Bisa ngebayangin? Nah, saya pun mengejar uang koin itu dan meringis saat berhasil mendapatkannya. Si bule ketawa, dikira saya lagi stand up comedy apa ya. Setelah kembali duduk, kami pun berbincang. Katanya sih, dia dari Pakistan dan berencana untuk S2 di Jogja. Jeleknya saya yang pertama, saya kan paling sering kasihan sama turis asing, jadi saya memberikan nomer handphone karena berpikir dia akan membutuhkan informasi tentang perkuliahan.

Esok paginya, dia kirim whatsapp dan kita ngobrol ngalor ngidul deh. Tak sengaja lagi, malamnya saya harus mengambil barang di Malioboro, and there he was, lagi nemenin temannya dari Kazakhstan beli tongsis (serius). Karena saya masih harus beli kado untuk pernikahan teman, saya menawarinya untuk ikut. Kebetulan saya ditemani teman sekamar jadi saya engga takut. Dari situ, kami ngobrol lagi. Jeleknya saya yang kedua, saya ini kalau grogi, saya akan bicara lebih banyak. Mungkin, dia berpikir saya tertarik kepadanya. Pulangnya, dia bilang “I like you”. Hahahahahahahahahahahaha. *ngakak sampai Lebaran tahun depan*

Tidak berhenti disitu, sepanjang hari Sabtu dia ngirimin gambar lope-lope engga jelas. Dia tanya juga kapan kita bisa ketemu lagi. Saya bilang, besok Minggu kan puasa Arafah, jadi saya mau di rumah saja. And then he replied, “kamu pacar aku, kenapa tidak ada waktu untuk aku?” Jegerrrrr. Hahahahahahahaha. *ngakak lagi sampai Idul Adha tahun depan*

Saya pun jawab ngalor-ngidul untuk menegaskan bahwa kita hanya berteman. I was nice to him because I am an Indonesian and I don’t want he gets bad impression about Indonesia. Berhubung bahasa Indonesia-nya kurang lancar, dan dia engga bisa berbahasa Inggris, saya butuh beberapa waktu untuk menjelaskannya. Untung lewat teks, kalau telepon bisa lebih lama lagi tuh. Finally he said, “oke, teman. Bye.” Dan dia engga menghubungi saya lagi sampai sekarang. Hahahahahahahahahahahahahahahahaha.

Ini bukan pengalaman ‘aneh’ pertama sama lelaki dari Asia Selatan dan Timur Tengah. Rasanya sih engga semua lelaki begini, tapi ceritanya macam-macam deh. Waktu saya di Ho Chi Minh, seorang lelaki dari Timur Tengah menuliskan nomer handphone-nya di notebook saya sesudah saya menggambarkan peta ke masjid terdekat. Apa maksudnya coba?

Saya juga pernah dikejar-kejar klien saya orang India. Padahal dia kerja di Dubai lho, ngakunya S2 pula. Saya menganggap dia cukup ‘moderen’ dan engga kampungan. *dikeplak orang India* Dia hobi nelpon saya hari Minggu, walaupun sudah tahu kalau kantor di Indonesia engga buka. Terus dia ngambekan, begitu jadi teman di Facebook, dia marah waktu saya post foto sama teman cowok. Katanya, ‘it is such an inappropriate act’. Lah kamu ninggalin komen ‘subhanallah’ di profile picture saya, appropriate?

Untungnya (orang Indonesia banget nih), saya belum pernah nemu yang anehnya kebangetan. Saya pernah dengar cerita seseorang yang nge-date sama orang Timur Tengah, terus si pacar minta dikirimi fotonya lagi telanjang (atau disuruh telanjang pas video call). Meskipun engga bisa dijustifikasi kalau semuamua lelaki ‘dari sana’ seperti ini, karena ada juga kok cowok-cowok dari Amerika atau Eropa yang modusnya begini juga. Cuma nih, pada dasarnya ada banyak batasan pada interaksi antara perempuan dan lelaki di negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan. Yang perempuan engga boleh post foto wajah, keluar berdua sama yang bukan mahramnya itu terlarang, restoran dan bioskop pun dipisah. Jadi ketika lelaki-lelaki ini ketemu perempuan Indonesia yang biasa haha-hihi sama semua orang, mereka ngira si perempuan ngasih lampu hijau.

Selain itu, sister juga lebih baik waspada sama lelaki yang baru dikenal. Saya ‘berani’ kasih nomer handphone karena saya engga memberikan nama lengkap, alamat, Facebook, atau bahkan jurusan kuliah saya pun. Sebenarnya ini memang berlaku untuk semua lelaki berkebangsaan manapun. Lelaki Indonesia juga ada yang bajingan, tapi kalau sama lelaki bule itu lebih ribet. Ketika saya bercerita ke teman saya tentang si bule Pakistan, mereka mengingatkan, gimana kalau si bule adalah pengungsi atau gigolo? Tapi kalau jadi gigolo, kurang ganteng sih #eaaa #abaikan

Terus adakah lelaki Timur Tengah yang baik? Ada dong, Pangeran Dubai contohnya. Bercanda. Saya pernah punya klien dari Arab Saudi yang simpel, engga neko-neko, dan sangat menghargai saya sebagai partner. Padahal dia pernah punya asisten rumah tangga dari Indonesia lho. Tapi dia justru memuji hasil kerja tim kami. So it’s a proof, not every man from those countries are a****le. Masalah saya ketemu lelaki Qatar, India, dan Pakistan itu.....kayaknya saya apes aja. Gimana menurut sister?

Salam indihe bul-bul,
Prima

9 comments:

  1. Waaaaa.. Ada bakat dicintai bule tuh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau nunggu orang Indonesia malah engga dapet-dapet tuh :D

      Delete
  2. alhamdulillah, penasaranku tuntas. Huahahaha

    ReplyDelete
  3. Beda culture itu ribet banget ya ternyata. Sampe salah paham segala­čśé

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya, aku juga baru diberitahu temanku kalau mereka cenderung menganggap 'diam' sebagai 'iya'. Jadi karena aku diam saja waktu dia bilang suka ke aku, makanya dikira aku menerima pernyataan suka itu.

      Delete
  4. Replies
    1. asik, ada bakat jadi stand up comedian, hahaha.

      Delete
  5. Kenalan sering. Ketemu belum pernah. Dikirimi duit dan paket pernah. Sekarang bikin grup untuk memberi info cowok pakistan, ngurus visa dll. Tapi banyak member yang suka mewek diputusin pacarnya yang Pakistani soalnya mereka manis tapi gombal. Gak semua gombal, yang baik ada tapi jarang

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...