Saturday, March 21, 2015

Bosan dalam Pernikahan? Ini Tips-nya!

“Mungkin benar apa kata orang, cinta itu ada kadaluwarsa-nya.” 
– Raditya Dika

Namanya juga remaja, adaaa aja cerita lucu-lucu terutama cerita tentang cinta monyet. Sebagai cucu pertama di keluarga ayah saya, saya sering banget nggodain adik dan sepupu saya masalah ini. Kaget juga waktu tahu adik cowok saya cukup populer di sekolahnya, dan udah punya pacar. I’m not very proud of this fact, but the story of how they got into relationship still tickling my stomach, reminding me of my puppy love memories :)))

Beberapa hari yang lalu, salah satu sepupu saya bercerita kalau dia baru saja putus dari pacarnya setelah sebulan berpacaran. Alasannya bosen soalnya ketemu tiap hari di sekolah – ya Tuhan -______________-

Terus dia tanya ke saya, “mbak, mbak pernah pacaran lama kan? Kok bisa sih? Ga bosen?” Yah buka kenangan lama deh dese. Saya jawab dengan jujur, saya gatau kenapa kok bisa sampai bertahun-tahun gitu. Tapi seingat saya, setiap tahun membawa tantangan yang baru (halah), jadi perjalanannya semakin seru #eaaa

If we count on love only, it will be disappear in years. We have heard a lot of love stories that last for years, but how many of them compared with all-those-broken-marriages? Sounds so pessimistic but I hope you get what I mean ;)

Berbeda dengan komitmen dan tanggung jawab, apalagi kalau menggantungkannya sama Allah. Ya memang kalau sudah ngomongin komitmen, kaitannya sama pernikahan, bukan hanya pacaran. Pernikahan kan mitsaqon gholidzo, perjanjian yang sangat memberatkan. Sebanding dengan berkah dan rahmat yang Allah tawarkan untuk sepasang suami-istri yang mengejar ridho-Nya lewat pernikahan. Sedangkan pacaran? Berapa tahun-pun kamu pacaran, kalau belum ada akad nikah, ya tetap aja punya potensi untuk memberikan lebih banyak mudharat daripada manfaat. Astaghfirullah.

Saya jadi teringat Castle dan Beckett yang berjanji pada satu sama lain, bahwa pernikahan mereka tidak akan membosankan. Penulis novel kriminal menikah sama polisi divisi pembunuhan, kurang rame gimana coba? Hihihihihi.


Castle and Beckett at Season 7. Pic from here.
Sebaliknya, berdasarkan pengamatan saya yang belum menikah, banyak juga lho pasangan yang ngerasa stuck padahal baru beberapa tahun menikah. Kalau menurut saya sih, permasalahannya ada di komunikasi aja (lagi-lagi komunikasi, pantes saya sekolah komunikasi ‘aja’ sampai S2 :p). Sebagai contoh, mungkin si istri pingin ngajakin si suami bernostalgia, nonton film di bioskop berdua aja, eh mas suamik merasa hal tersebut kekanakan. Apalagi kalau udah punya anak, terus biasanya mas suamik bilang, “lhah anak mau ditaruh mana nih?” Ya bawa kek, titipin ke saudara bentar kek, apa kek, yang kreatif dong maseee.

Yang kedua, masalahnya ada di interest atau passion yang berbeda. Yang satu lebih suka pantai, yang satu lebih suka gunung. Yang satu ga masalah kalau backpacking, yang satu kalau traveling harus ala-ala Princess Syahrini. Itu baru masalah traveling. Gimana kalau yang satu suka baca, tapi yang satu lebih suka nonton konser musik. Atau yang satu hobi kulineran, yang satu takut gemuk kayak saya. Kembali lagi ke komunikasi, kalau ga diobrolin baik-baik, adanya bisa berantem, padahal hal tersebut lumayan sepele.

Why don’t you try something new and exciting? Menikah sendiri sebenarnya adalah sebuah langkah keluar dari zona nyaman. Yang laki, biasanya nyaman aja pulang jam berapapun karena ga ada yang nyariin, sekarang ingatlah istri di rumah sudah memasakkan makan malam!!! Yang perempuan, biasanya nyaman aja maraton film Korea saat weekend, sekarang sudah ada yang menyabotase TV buat nonton bola!!! Jadi kalau waktu masih single biasanya melakukan A, cobalah melakukan B saat sudah menikah. Cobalah memahami kenapa pasangan menyenangi kegiatan tersebut, siapa tahu kita malah jadi suka juga.
Pic from here: 5 Tips for a Wife of a Football Fan.
Yang ketiga, kalau memang tidak ada titik temu diantara passion dan interest, make your me time! Pasti pernah dengar kalau rindu bisa muncul karena adanya jarak. Nah, cobalah untuk ‘berpisah’ untuk beberapa waktu. Misalnya, solo traveling. Siapa bilang kalau sudah menikah ga boleh traveling sendirian atau sama teman-teman lama? Asal minta izin dan sudah mengatur hal-hal lain, insyaAllah pasangan membolehkan. Contohnya, Bunda Asma Nadia. Katanya suaminya tidak membolehkan dia pergi didalam kota sendirian (harus ada yang mengantar, supaya tidak lelah); tapi kalau mau traveling keluar kota atau negeri, malah didukung penuh. Mungkin ketika pergi sendiri kita akan merasakan, “ah seandainya pasanganku bersamaku saat ini..” Send the picture to him/her, so he/she can feel our happiness too! :)
Pic from here.

Tapi jangan salah, kadang pasangan yang passion dan interest-nya sama pun juga bisa merasa bosan. Misalnya, pasangan pecinta buku. Biasanya weekend dihabiskan dengan hunting buku dan saling bertukar cerita tentang buku yang dibaca. Kalau begini, keduanya harus mau sama-sama mencoba sesuatu yang baru. What about riding bicycle on Sunday morning? Atau beli mainan seperti Scrabble (still so geek, hehe), Uno Stacko, atau Xbox (mehong ya cyin). Itu baru kegiatan untuk berdua, tapi bisa juga kalau mau bikin sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak, seperti membuka perpustakaan. Cocok banget kalau memang punya stok buku yang bejibun, seperti apa yang tante saya lakukan dengan 3700-an bukunya (yes, that many).
Pic from here.
"A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person." 
- Mignon McLaughlin

And for some couples, we have to do the homework. It takes a lot of efforts, but remember, that marriage is about give and give. If every person just think about what he/she can give (not what he/she can get), insyaAllah every marriage will be a beautiful one. Hope my writing helps! ;)

Love,
Prima

8 comments:

  1. nah iyaa jalan terakhir dari kata "bosan" bukan berpisah kan ya , sekarang2 hanya alasan bosan masa suami istri bisa bercerai . sungguh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat sekali.
      Memang kebanyakan orang jaman sekarang suka malas memperbaiki keadaan, semoga menjadi pelajaran :)

      Delete
  2. Replies
    1. Mariii, cari calon suamiknya dulu yes :D

      Delete
  3. Mba, tampilannya baru lebih simpel dan mendewasa kah? :P. Kata orang kan jangan lihat siapa yang bicara tapi lihat apa yang dibicarakan, meski belum pernah menikah tapi tipsnya ada benarnya. Ini juga bisa jadi pelajaran bagi yang belum menikah. Thanks for sharing mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha ini sebenernya kecelakaan, kapan hari niatnya mau ngedit malah kacau ga bisa balikin ke semula :( sementara ya gini dulu sampai punya waktu buat ngedit.. Huhu.

      Semoga tipsnya bisa membantu mbak :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...