Monday, May 26, 2014

#1Hari1Ayat: A Lesson from the Bees - Primadita Rahma for Supreme Committee for Delivery and Legacy


68. Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",

69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
(Q.S. An-Nahl)

Ceritanya (buat yang belum tahu), sejak akhir tahun lalu, saya kepingin banget - atau lebih tepatnya terobsesi - untuk tinggal di Timur Tengah. Paling engga, jalan-jalan deh. 

Nah, salah satu 'cara' untuk tinggal di Timur Tengah tentu dengan bekerja kan. Setelah saya ngobrol sama mama, alhamdulillah beliau mengizinkan. Untuk menguatkan tekad, saya ngumpulin banyak informasi. Ya tentang situasi politik, undang-undang tenaga kerja, cuaca, tren bidang pekerjaan, dan lain-lain. Kebetulan, di tahun 2011, saya membuat skripsi tentang strategi adaptasi pesepakbola asing di Indonesia. Bisa banget baca sedikit hasil skripsinya di blog saya yang lain, Helokim. Berdasarkan pengalaman mereka, saya perlu berusaha menciptakan rasa aman dan nyaman, bahkan sebelum berangkat ke negara tujuan. Caranya? Ya itu, kumpulin banyak informasi.

Lalu saya beranikan diri ngelamar di Dubai, yang pernah saya ceritain disini. Meski cuma jadi staf magang, tadinya saya pikir bisa buat latihan. Ternyata belum berjodoh, ya gapapa deh :)

Rencana A terhambat, waktunya keluarin rencana B. Tahukah teman-teman berapa lama yang dibutuhkan untuk mempersiapkan rencana B? Empat bulan, ga termasuk waktu jalan-jalan saya yang lebih dari tiga minggu. Lama? Relatif. Karena saya orangnya perfeksionis juga, dan maunya usaha untuk ini 1000%, saya berusaha melalui setiap langkah dengan pelan-pelan. I want it to be perfect. 

Alhamdulillah, kemarin saya secara resmi mengirimkan lamaran saya. Sekarang tinggal usaha follow up dan menarik perhatian mereka supaya mau ngeliat lamaran saya.   

Disamping itu, sebenarnya saya mempersiapkan hal lain yang lebih penting, makanya waktunya bisa lama banget. What is that? Mental. Setiap detiknya saya gunakan untuk merefleksi diri, apa tujuan utama saya menginginkan ini?

Lalu saya menemukan ayat diatas. Dan mendadak semuanya menjadi lebih cerah. Saya hanya ingin menjadi orang bermanfaat, baik hidup ataupun mati saya. Hidup saya adalah untuk membawa manfaat untuk orang lain, sedangkan ketika saya sudah pindah dunia, saya ingin orang bisa mengambil manfaat dari apa yang saya tinggalkan/wariskan.

Sudah cukup penasaran?

Tonton dulu video satu ini..


Lalu tonton video saya dibawah ini..

Yes, I am applying for the 2022 World Cup in Qatar (Supreme Committee for Delivery and Legacy) :)

Kalau berkenan dan ada waktu, boleh banget share video atau blog post ini ke teman-teman yang lain. We just never know who will watch it, so you might help me actualizing my dream :)

Thank you, thank you! ^^

Salam,
Prima

4 comments:

  1. Wahh piala dunia tahun 2022 di Qatar? kereen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah :) makanya mau berpartisipasi nih ^^

      Delete
  2. Replies
    1. keren apanya nih? semoga videonya ya *GR* :)))
      makasih udah mampir ^^

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...