Sunday, July 31, 2016

5 Tips Berhijab untuk Pemula



Call me uncreative, but I have to say I am happy to finally be back once again in Jogja!

Setelah rabu lalu mendarat di Jogja, hari Jumat malam saya bertolak ke Jakarta untuk pernikahan teman, dan langsung kembali ke Jogja pada hari Sabtu malam. Punggung/pinggang rasanya mau patah, sekarang pun masih agak kliyengan (karena tamu bulanan maju seminggu, why oh why? Etapi daripada telat ya, errr), but I am very happy and I still feel like love is in the air. Hihihi.

numpang foto di Photo Booth #NikahanDarulJezzie

Anyway, sepertinya saya belum pernah nulis tentang ini. Atau pernah, agak-agak lupa. Tapi kayaknya nulisnya bukan di blog tapi jadi script untuk vlog (yang akhirnya engga jadi dibuat, meh). Cerita tentang ke Jakarta di-pending dulu ya, karena tiba-tiba saja saya terpikir untuk menuliskan tema ini.  

I know keputusan berhijab itu bisa berbeda untuk setiap orang. Ada yang memang sudah lama memikirkannya, ada yang ‘ujug-ujug’ berhijab. I’m not here to judge but I personally think some people might be clueless about what to do as a ‘beginner’. Jujur sampai sekarang pun kadang saya masih merasa meragu dalam artian bukan berhijab atau engga-nya. Akan tetapi, lebih cenderung kepada apakah saya sudah cukup berbahagia dengan keputusan saya ini, apakah saya sudah berhijab dengan benar dan bagaimana niat saya yang sekarang mungkin berbeda dengan ketika awal berhijab, hingga ehem, apakah saya tetap tampil modis dengan hijab. Tidak dapat dipungkiri sebagai perempuan juga saya ingin dibilang cantik, ngaku aja deh, sister semua. Hayo. Meskipun itu bukan alasan pertama dan utama, cuma saya juga merasa khawatir kalau merepresentasikan hijab sebagai ‘produk’ yang tidak indah. We might arguing on that. Pada akhirnya, saya percaya berhijab itu untuk Allah dan sebagai salah satu bukti bahwa kita bersyukur atas semua yang telah diberikan oleh Allah. Selain itu, buat saya hijab itu wujud perlindungan,harkat dan martabat, hingga penghargaan untuk diri sendiri. Makanya kalau saya pribadi, bete kalau ada yang lihat teman berhijab tapi uwel-uwelan, (maaf) bau apek, jilboobs juga termasuk, pokoknya engga asik dilihat dan didekati deh. Perkara berhijab itu untuk dilihat Allah saja, iya saya setuju, makanya berhijab yang baik mbak, kan situ mau memberikan yang terbaik untuk Allah. Itu sih yang saya pikirkan, meskipun saya juga masih sering berpakaian seadanya (adanya itu yang di lemari, kecuali kalau punya closet kayak Kardashian ya beda cerita).

Hijab came naturally for me. Saya mengenakan hijab sejak di bangku sekolah dasar, tapi ketika saya remaja saya sempat bosan dan buka-tutup macem portal perumahan. Baca lagi deh tulisan ini tentang how and why I decided to wear it permanently. Only somehow with that long journey and process, I still find it challenging day by day. That’s why I think it will be good for me to write some kind of guidelines buat kamu yang sedang merencanakan untuk berhijab atau baru-baru ini berhijab, let see apa saja yang harus kamu persiapkan:

1. Niat
At this point, I personally will say that whatever your motivation to wear hijab, that’s good enough. Mau sister berhijab karena Dian Pelangi tampak keren alias karena fashion; karena mau menikah dan diminta oleh calon suami; habis pulang umroh dan rasanya aneh kalau tidak mengenakannya. All you can say! Semua itu tidak salah untuk saat ini, namun saya percaya akan jauh lebih baik untuk sister mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an berkenaan dengan hijab. Pada dasarnya, there is nothing wrong to try being a better person in the eyes of Allah. Semua ibadah yang kita lakukan juga awalnya ‘dipaksakan’, seperti waktu kita kecil masih suka malas sholat subuh terus harus digendong dan dibantu untuk wudhu. Perlahan kita belajar kalau sholat itu bukan hanya kewajiban tapi juga kebutuhan so, banyak-banyak belajar ya.
Yang kedua, untuk masalah niat, kalau ada yang bertanya tentang kenapa kamu berhijab, tidak perlu dijawab panjang lebar. Buat kamu yang baru saja berhijab, I know that this question might be a bit overwhelming. Kayak kalau ditanya ‘eh kamu kenapa menikah sama suamimu?’ Jawabannya bisa panjang, yang kadang menyenangkan buat dijawab, kadang juga bikin capek sendiri kalau jelasin berkali-kali. Jawab saja karena Allah, meskipun dibaliknya ada alasan-alasan lain yang pribadi. Toh, this is about you and your creator, so be relax and smile.

2. Jenis kain untuk khimar (kerudung)
Sebelum kamu akhirnya berhijab dan membeli selusin khimar, cobalah untuk menjajal berbagai macam kerudung, dari mulai kain paris, ceruti, dan sebagainya. I’m not an expert here, saya paling sering pakai paris segi empat soalnya murah dan masih pakai motor kemana-mana. Mungkin kalau jarang beraktivitas yang berkeringat (dan punya duit) bakal nyoba pakai hijab satin dari Hijabellove (harganya Rp. 250.000/piece). 
 
contoh penggunaan kerudung segi empat, tapi yang ini bukan paris

Masalah dalaman juga harus kamu pastikan yang mana yang cocok buatmu. Akhir-akhir ini saya pakai semacam bandana renda gitu, harganya murceee tapi agak sakit di kepala, hiks. Kalau lagi acara formal dan rambut sudah kering sepenuhnya, saya bisa pakai inner yang biasa disebut antem atau ninja tapi saya engga pernah pakai cepol soalnya aneh aja. Memang paling baik pakai inner ini (antem atau ninja) tapi leher saya sempat mengalami iritasi, sepertinya harus beli yang kualitasnya lebih baik atau 100% katun. Cuma harganya bisa sekitar Rp. 50.000-75.000 buat inner doang, hedeh khimar paris aja 15ribu. Wakakaka #ogahrugi #ataumemangpelit 
contoh inner yang lumayan saya suka, tapi yang ini harganya Rp. 150.000 (...)

Jangan lupa punya bergo juga, jadi misalnya kamu harus beli sesuatu di warung, atau jogging dan berolahraga, pakai khimar paris bakal agak ribet.
Intinya sih, pengetahuan dan pemahaman tentang khimar yang kamu pilih itu juga akan berhubungan dengan bentuk mukamu, kegiatanmu, warna yang cocok untuk warna kulitmu, dan lain-lain. Kesannya jadinya berhijab itu rempong dan mahal dong? Tidak juga. Menurut saya, ketika kamu merasa nyaman dengan khimar-mu, berhijab akan lebih nyaman sehingga hari ke hari kamu tidak merasa terpaksa saat mengenakannya. Buat kamu first-timer, sebaiknya tidak langsung belanja dalam jumlah yang sangat banyak, beli saja beberapa lembar khimar. Sambil jalan kamu akan menemukan khimar seperti apa yang paling pas untukmu, dan kamu bisa memperbanyak koleksimu. Ingat untuk menyumbangkan khimar yang sudah tidak kamu pakai (dengan syarat, masih bagus) ke saudara-saudaramu yang kurang beruntung.

3. Persiapan pakaian
Manset, outerwear, dan legging adalah sahabat hijaber, terutama yang masih punya banyak baju lengan pendek atau terbuka, atau rok/celana yang panjangnya agak tanggung. Lagi-lagi dengan syarat baju tersebut tidak ketat di badan, tidak menerawang, dan tidak sulit untuk dipadu-padankan. Misalnya jangan maksa memakai rok mini + legging, ini agak gimana gitu ya. Sama dengan khimar, jangan tergoda untuk membeli banyak baju saat baru berhijab karena bisa jadi gamis panjang atau baju-baju menjuntai malah nganggur di lemari. Seiring berjalannya waktu, kamu akan tahu baju seperti apa yang cocok untuk kamu kenakan sehari-hari. Contohnya saya yang pernah belajar berhijab syar’i. For now, saya kembali berkendara dengan motor manual jadi agak ribet kalau mau pakai rok yang panjang dan berpotongan lurus. Celana panjang + atasan selutut, serta midi dress (yang panjangnya kira-kira sebetis) + legging jadi andalan saya. Seperti saya bilang, selama masih memenuhi standar minimal berpakaian modest, kamu bisa mengenakannya sambil pelan-pelan memperbanyak koleksi pakaianmu.  
contoh penggunaan manset, seperti saya di foto atas, saya hanya pakai manset lho, tapi ulurkan/panjangkan khimar sister agar menutupi dada ya.
4. Perawatan Rambut
Hal ini penting banget banget! Dua masalah rambut untuk yang berhijab adalah rontok dan ketombe. Waktu SMA saya masih jarang berhijab terus suatu waktu saya lamaaa pakai hijab terus (hahaha), kemudian teman lelaki saya ada yang bilang, “prim, rambutmu sekarang botak? Kok kerudungan terus?” Ternyata kakaknya yang berhijab mengalami masalah itu! Saya sudah berkali-kali ganti shampoo dan sejauh ini, saya paling cocok dengan yang saya pakai sekarang. Masalah utama saya saat ini adalah gerah dan kadang agak gatal, tapi alhamdulillah engga sampai berketombe. Saya pakai PinkUp Sweet n’ Glow Moisturising Shampoo by Kaaral untuk sehari-hari, dan Head & Shoulders Cool Menthol kalau sesudah berolahraga. Seminggu sekali saya pakai Makarizo Hair Energy Fibertherapy Creambath Aloe & Melon Extract dan Mustika Ratu Hair Tonic Penyubur Rambut. Pastinya saya sangat menghindari berhijab saat rambut masih basah. Tips dari Jessica Simpson (lah, dia kan engga berhijab -_-) kalau rambut sister sedang agak lepek tapi engga sempat keramas, pakai saja bedak bayi yang ditaburkan di akar rambut. Selain itu, sebisa mungkin kalau sedang di rumah, jangan mengikat rambut. Ini yang bikin rambut mudah rapuh dan akhirnya rontok. Kalau ada yang mau ‘berkorban’, ya potong pendek saja biar engga ribet dan pastinya lebih sehat untuk rambut dan kepala. Oya, kain khimar dan dalaman juga sangat berpengaruh, jadi make sure kamu pakai khimar yang berkualitas baik dan sesuai dengan aktivitasmu. 

5. Lingkaran Pergaulan
Selain hal-hal yang bersifat fisik, tentu sister harus mempersiapkan mental. Namanya cobaan di awal berhijab pasti ada aja, pujian yang melambungkan diri juga masuk kategori ujian lho. Kalau ada yang bilang sister lebih cantik dengan hijab, khawatirnya sister bakalan selfie terus-menerus, hehe. Katakan saja ‘alhamdulillah, semoga akhlaknya juga ikutan semakin cantik.’ Nah gimana kalau cobaannya berbentuk teman-teman yang menjauh? Mungkin sister harus pikir-pikir untuk tetap bertahan dengan mereka. Teman yang baik akan mendukung perubahan positif sister, sebagaimana sister insyaAllah akan melakukan hal yang sama. Jaga hubungan baik sebatas muamalah (hubungan antar manusia yang saling membantu), tapi tidak perlu mengkonfrontasi dan menunjukkan perbedaan sister. Engga harus melakukan yang... ‘eh sorry ya sekarang gue lebih baik dari elo soalnya gue berhijab.’ No need to do that. Yang lebih penting adalah sister menemukan orang-orang yang mendukung sister dan mendoakan agar sister istiqomah dalam berhijab, seperti saya :)) 

Saya ingin mengatakan bahwa berhijab itu mudah, it really is. Saya percaya bahwa ketika sister ingin lebih dekat dengan Allah, Allah tidak akan mempersulit. Setan sih yang akan menggoda, tapi ya sekali lagi semua orang yang ingin ‘naik kelas’ harus menghadapi ujian terlebih dulu. Semoga post ini membantu, dan kalau sister mau curhat, saya tunggu di primadita1088 at gmail dot com

Hugs,
Prima              

*pics by Zalora but no sponsor for this post

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...