Friday, January 8, 2016

Sleep Less, Can I?

Hari pertama di bulan Januari kemarin (yang ternyata tak terasa sudah seminggu yang lalu), saya cuma santai-santai di rumah. Niatnya jogging malah 'olahraga' dengan nyapu-ngepel rumah yang cukup menghasilkan keringat. After then, saya buka laptop dan menimbun karya (#halah) untuk setahun kedepan. Busyet, engga segitunya juga, tapi ada beberapa ide yang sedang saya rancang. Sementara UAS tinggal 1 biji, libur panjang di depan mata (dan tesis sesudahnya), belum dapat pekerjaan (huhu), I decided that this year will be another hard work year. Saya bermaksud untuk mengerahkan segala cara untuk 'mencuri start' karena yang ada di benak saya sesudah lulus Master, masih bekerja untuk orang.

Bohong kalau saya ga kepingin punya bisnis sendiri, tapi berhubung saya sudah pernah berbisnis – dan bukannya trauma, lebih tepatnya saya belum ngerasa 'klik' sama peluang bisnis apapun. I believe that I am actually capable, and there are million opportunities out there, but it's just I haven't find one that really moves me. Berasa kayak jodoh ga sih, hahahaha.

Anyway, lagi pada rame ngomongin resolusi yes? Hmmm, seperti biasa, saya udah sadar diri. Yang namanya resolusi itu biasanya cuma bertahan paling lama seminggu, lol. Sayapun memang dari sononya udah banyak rencana, namanya juga Prima gitu lho.

Cuma ada satu hal yang benar-benar saya camkan sama diri sendiri, sesuatu yang bertahun-tahun saya usahakan tapi masih gagal maning.

I want to sleep less.

Yes, you read it right. Kalau orang lain pingin bisa tidur, saya pingin mengurangi waktu tidur saya. Saya sendiri suka ngerasa bersalah kalau menghitung berapa jam saya bisa tidur dalam sehari. Biasanya nih, saya tidur jam sembilan malam paling lambat, lalu bangun jam setengah empat, dan – ini dia – seringnya tidur lagi di pagi hari. Kadang habis subuh; atau kadang habis subuh kerja di depan laptop, terus tidur lagi dari habis dhuha sampai menjelang dzuhur. Jadi kalau dirata-rata, saya bisa tidur 7-8 jam sehari. Iya, buat ukuran orang se-'sibuk' saya, saya bisa tidur sebanyak itu.

Saya pernah baca di suatu artikel, semakin bahagia seseorang, semakin sedikit waktu tidur yang ia butuhkan. Jadi, saya ga bahagia dong? Hiks :(

Mungkin juga ini ada hubungannya dengan tidur saya yang bisa dibilang kurang berkualitas. Seperti pernah saya tulis disini, saya selalu mimpi tiap tidur. Beberapa bulan terakhir, bisa dibilang saya jarang mimpi buruk, thanks to Dzikir Sebelum Tidur, tapi tetap saja mimpi. Jadi tidur pun lelah, bangun apalagi.

Mungkin juga ini ada hubungannya dengan kurangnya olahraga, yang berkualitas juga. Jadi saya cukup sering jalan kaki atau jogging, tapi barangkali belum yang sampai 'beneran' gitu. Pe er banget nih.

Kesemuanya itu berujung pada tekanan darah saya yang rendah banget. Sering pusing juga, dan yang paling parah, mudah lapar! Padahal katanya kalau insomnia bisa bikin kegemukan, nah kalau saya kebalikannya.

Makanya, tahun ini, saya mau sedikit memaksakan diri untuk tidak tidur di pagi hari. Kalaupun tidur siang sesudah sholat dzuhur, mau pasang alarm dan tiga puluh menit harus cukup.

Atau ada satu solusi lain, ada yang mau kasih saya pekerjaan part-time, 3-4jam/hari? Dijamin hal ini akan sangat membantu untuk memperbaiki jam tidur saya yang berantakan. Hehe.

In desperate of looking for a job,
Prima

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...