Thursday, January 19, 2017

Jangan Katakan Ini Kepada Sahabatmu yang Baru Patah Hati

Okay, here’s the thing. Saya tidak tahu apakah saya baru mengalami putus cinta atau tidak, karena pada dasarnya saya sedang menjalani hubungan tanpa status dengan seseorang yang nun jauh disana. Mengapa dan bagaimana prosesnya tidak bisa saya rinci disini, akan tetapi saya memasuki hubungan ini dengan penuh kesadaran bahwa bisa saja semuanya berubah dengan tiba-tiba. Toh, hubungan dengan status saja bisa putus, saya mengalaminya sendiri setelah hampir 3,5 tahun pacaran, ingat?

Nah, tapi memang saya merasa patah hati yang teramat dalam tadi malam. It doesn’t feel good, you know. Saya menangis sampai mata bengkak. Padahal – atau untungnya – saya harus menghadiri wisuda teman sekelas tadi pagi. Ternyata mata bengkak bisa ditutupi dengan bedak setebal satu meter (halah), dan luka hati bisa sedikit hilang karena nge-bully teman sampai ngakak.

Akan tetapi, ketika saya mengirim pesan ke beberapa sahabat, reaksinya cukup beragam. Ada yang menenangkan, ada juga yang bikin saya ngerasa kayak “are you really my friend?” Engga lah, mungkin ini karena saya sedang sangat emosional aja. Jadi pingin nonjok muka orang gitu, hahaha. Kalau bisa sih muka dia yang udah bikin mata saya bengkak. Tapi jauh. Ongkos pesawat bolak-balik bisa dipakai buat bayar SPP. Lol.

Anyway, dari respon teman-teman saya itu, saya berefleksi ke diri sendiri. Pernahkah saya nyeletuk kurang ajar kepada teman yang baru patah hati? Saya sadar bahwa APAPUN yang kita katakan saat itu, sangat sulit untuk dicerna dengan baik. Macem mama/papa sahabat baru saja meninggal, lalu kita juga engga bisa ngomong apa-apa kan? APAPUN yang kita katakan tidak akan mengubah keadaan, TAPI mungkin bisa membuat perasaan sahabat sedikiiit lebih lega. So, kalau kamu tahu ada sahabatmu yang baru patah hati, JANGAN pernah mengatakan hal-hal dibawah ini:

1. “Guweh bilang juga apa?”
Sumpah, kalau ada yang bilang kayak gini rasanya tuh pingin menyumpal mulutnya pakai sandal jepit. Kalimat ini adalah kalimat paling sok tahu yang bisa diucapkan seorang sahabat. Betul kita peduli pada sahabat dan kita pernah menasehatinya saat tahu (mantan) pacarnya selingkuh endebre endebre. Namun kita tidak berada di posisinya, dan kalimat ini sama sekali tidak membantu dia untuk merasa lebih baik.

2. “Kamu sih...”
Never ever say this stuff. Whatever it takes, bisa jadi sahabat kita tahu apa yang sudah dia lakukan salah. Kita tidak perlu membuat situasi jadi buruk. Gimana kalau saat kita menyalahkan sahabat, dia malah terpikir untuk bunuh diri? Bisa saja terjadi, lho..

3. “Sudah kuduga!”
Ada aja ya, yang ngomong gini.......... Meskipun nadanya bercanda, atau spontan mengucapkan hal ini karena latar belakang yang sering terjadi, tetap saja menurut saya kalimat ini sangat-sangat tidak simpatik. Bahkan walaupun hubungan itu terasa ganjil, you don’t have to say it. Seolah-olah kita mendoakan hubungan sahabat dengan (mantan) pacarnya segera berakhir.

4. “You will meet someone better.”
Kalimat ini, meski menguatkan, tidak patut disampaikan pada detik kejadian sahabat baru putus cinta. Why so? Karena sepertinya dia berkencan dengan orang yang salah selama ini. Sampaikan kalimat ini dengan pujian atau apresiasi terhadap sahabatmu, tapi tunggu sampai perasaannya membaik.

Jadi, harus ngomong apa saat sahabat baru patah hati?
Dibawah ini beberapa kalimat yang bisa kamu katakan:

- “I am sorry to hear that.” Yup, kalimat ini bisa kamu katakan sebagai bentuk pernyataan duka cita karena ya... memang sahabat pasti berduka saat putus kan.

- “I am here to listen to your story.” Kalimat ini sangat-sangat menenangkan. Tahu sendiri kalau orang baru putus itu biasanya galau dan ingin mengeluarkan uneg-uneg. Dan... dengarkan saja! Simpan dulu semua nasehatmu untuk sementara waktu.

- “Kalau kamu sudah tenang, kamu bisa hubungi aku lagi. Kita bisa ngobrol dengan lebih baik.” Some girls can’t really speak when they cry. Bukannya engga mau mendengarkan, tapi mungkin sebenarnya dia butuh waktu sendiri untuk menangis sepuasnya. Beri dia ruang dan pastikan kamu selalu siap di sampingnya. 

- “Ada yang bisa aku bantu?” Kebanyakan orang akan jawab ‘engga’, tapi bisa jadi mereka butuh beberapa bantuan seperti menghapus semua pesan atau foto (mantan) pacar di hp. It takes courage, and she might not be brave enough to do that. Bertemu dengan (mantan) pacar untuk membayar hutang atau mengembalikan barang-barang yang pernah diberikan. Atau sekadar membuatkan cokelat panas. It really means a lot.

- “You can cry now.” Kalimat ini asik banget karena menandakan kamu memahami betul seperti apa hancurnya perasaan seseorang saat patah hati. Kalimat ini terdengar sangat simpatik, dan menggambarkan bahwa kamu pernah berada di posisi sahabat. And yes, sometimes crying until fall asleep is the only thing that someone needs.

Saya engga tahu apa saya masih baper abis sampai ngerasa sensi sama apapun yang teman-teman saya katakan, hehehe. Tapi ada beberapa kalimat yang benar-benar menyejukkan hati, dan saya ingin lebih banyak orang yang tahu.

Last but not least, ini lagu galau saya (dan saya benci mengakui bahwa saya galau). 


The bed's getting cold and you're not here
The future that we hold is so unclear
But I'm not alive until you call
And I'll bet the odds against it all
Save your advice 'cause I won't hear
You might be right but I don't care
There's a million reasons why I should give you up
But the heart wants what it wants

Lots of love,
Prima

1 comment:

  1. Banyak orang nanya kenapa aku baru me-reveal status putusku setelah hampir enam bulan.. (termasuk ke mbak juga kan πŸ˜‚)

    Ya begitulah. Takut sama reaksi mereka yang bisa jadi malah bikin lebih down. Lebih baik disimpan sendiri. Baru bisa cerita setelah sebulan (ke sahabat deket banget luar-dalam), tiga bulan ke sahabat. Lima bulan ke keluarga dan sisanya. Haha XD

    *malah numpang curhat*

    And it's totally okay to wake up at random times in the midnight just to cry. Asal barengin sholatnya aja πŸ˜†

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...