Saturday, November 16, 2013

#MenulisMuharram: A Good Inspiration, A Great Daddy



Yuhuuu, assalamu'alaikum readers. Thanks @primaditarahma for giving me chances to write in this blog again. Ini kali kedua aku menulis di blog ini. Tulisan pertama tentang Mubaligh favorite, bisa dibaca disini.

Di postingan kali ini rasanya seneng banget karena ini postingan nomer 16 yang adalah nomer favoritku. Tapi bukan karena itu aku memilih tema ini, tapi memang karena tema tentang "inspirator muslim favorite" adalah tema yang mudah bagiku dibandingkan dengan tema yang lain.

Lagi-lagi saya akan bercerita tentang orang yang saya follow di twitter namanya Kakek @JamilAzzaini. Buat yang belum tahu, beliau adalah seorang kapiten eh salah, seorang trainer. Pertama mengenal beliau dari akun twitter Mas @Saptuari kalau tidak salah. Beberapa temenku juga mem-follow beliau, jadi sebenernya beliau sudah sering bersliweran di TL-ku karena RT-nya teman.

Awalnya saya merasa biasa saja sama beliau, karena tweetnya juga tidak terlalu cetar membahenol, menurutku standar seperti motivator-motivator lain, tapi saya salut saat tahu ternyata beliau adalah sosok bapak yang sangat dekat dengan putra-putrinya. Dekat bukan karena ingin terlihat dekat, supaya dianggap sebagai keluarga yang harmonis, tapi benar-benar dekat. Hal itu terlihat dari tweet beliau. Kadang putra-putrinya juga mention beliau dengan sebutan “babe”, yang terdengar lebih akrab dibandingkan sebutan lain seperti “papa”, “bapak”, ayah” atau “papi”. Beliau juga rajin skype-an sama putra-putinya yang di Jerman, so sweet banget nggak sih? Pokoknya besok suamiku harus seperti kakek @JamilAzzaini sama anak-anaknya. HARUS!! Dan andai waktu bisa diulang, aku pasti akan memperlakukan bapakku seperti putra-putrinya kek @JamilAzzaini pada ayahnya.

Aktif mengikuti tweetnya, akhirnya saya tahu Kakek @JamilAzzaini ini rajin ngeblog, bahkan beliau ngeblog setiap hari kerja. Setiap hari boookk, dan aku? Yang masih muda dan kinyis-kinyis ini, ngeblog cuma kalau ada mood doang. Beliaupun pernah member tips bagaimana supaya bisa ngeblog dengan rajin, aku mencobanya. Dan it works, meskipun aku belum bisa ngeblog setiap hari tapi setidaknya, aku bisa lebih rajin dari sebelumnya. Kalau biasanya sebulan 4 postingan, itu pun karena kewajiban dari grup menulis penah merah, sekarang jadi 8-11 postingan. Horreee!! ^^V

Setelah membaca buku Kakek @JamilAzzaini yang berjudul On aku lebih kagum sama beliau, ternyata beliau orang yang sangat religious. Misi hidup beliau kalau tidak salah ingat adalah menginspirasi 10.000 orang dan mendidik 1000 trainer lain, sehingga ketika di akhirat kelak bisa berjumpa dan memeluk Rasullah. Aaakkkkk. My God! Kalau dibandingkan hidupku, aku berasa menjadi manusia tak berguna, sudah umur sekian belum juga menemukan visi misi hidup. Huhuhuhu… Sejak saat itu saya ingin menemukan visi hidup atau paling tidak menjadi manusia yang lebih baik dan juga berguna bagi orang lain. Dan aku akan membuat proposal hidupku pada Allah. Doakan semoga aku bisa segera memantabkan visi misi hidup dan segera merealisasikannya. ^^V

Sekian
Wassalamu'alaikum, wr. wb.

-- 

Oleh Fatkah (@fatkah)

#MenulisMuharram: Once A Year in Maharani's Family



Lebaran Idul Fitri, pasti semua orang menanti-nantikan hari besar ini..
Setelah berpuasa satu bulan lamanya *nyanyi dikit* akhirnya tiba-tiba juga di hari kemenangan umat Islam. Nggak tau kenapa, kalo lebaran pasti rasanya cepat sekali berlalu. Rasanya pengen makan enak, dibeliin baju baru, dan dapat THR tiap hari $_$ hihihii
Kalo mau cerita tradisi Idul Fitri, pasti diotak terputar film-film kenangan Idul Fitri tiap tahunnya. Padahal sama aja sih kegiatannya. Tapi kok rasanya tiap tahun ada yang beda, ya? Namanya juga menang, hari kemenangan, jadi rasanya hari itu menjadi seorang pemenang satu-satunya *padahal banyak lohh :p*
Ngomongin tradisi Idul Fitri dikeluargaku, masih sama kayak keluarga-keluarga lainnya kok :D Ada ketupat, THR, apa lagi yaa?? Yuks cekidot ....

Ketupat


Tiada lebaran yang spesial tanpa ketupat. Yuhuu, beras atau ketan berbungkus daun kelapa ini punya kenikmatan tersendiri disaat lebaran, apalagi mama saya jago masak ketupat :9 Kalau saya makan ketupat pasti maruk banget, nggak tau sopan santun *padahal makan makanan lain juga :p* Sisa santan udah bercampur bumbu yang perlahan-lahan mengering karena lama direndam ituloh :9 Pokoknya, menu satu ini nggak pernah tinggal di rumah saya *kalau lebaran di rumah* Ayoayo yang mau ketupat, main ke rumah yuk pas lebaran :D

Kue Lebaran


Nggak ada kue lebaran belum lebaran? Hmm, kayaknya betul sekaliiii :D
Karena mama aku kerja, biasanya beli kue kering yang udah jadi. So, nggak bisa merasakan sensasi membuat kue lebaran u.u
Membeli kue yang udah jadi memang lebih praktis sih. Harganya juga cukup terjangkau dengan kisaran 35-50 ribu rupiah per toples. Udah gitu, belinya makin gampang. Malah, jangan-jangan ada yang pesan kue lebaran online :O ayoayo siapaaa angkat tangannya :D

Baju Lebaran


Wahh, kalau waktu kecil dulu, harus punya minimal dua baju lebaran. Satu pas hari H, satu lagi pas hari kedua, waktu jalan-jalan ke rumah saudara. Seiring bertambahnya usia dan semakin dewasa, aku mengerti. Baju lebaran itu sejenis pendorong anak-anak biar kuat dan mau berpuasa :D Kalau udah kuliah ini, nggak mesti punya baju lebaran hari kedua >.< Paling hari H atau hari pertamanya pas Sholat Ied. Kalau orang-orang di rumah, biasanya sengaja mempersiapkan baju muslim berwarna putih. Idul Fitri kan sama halnya dengan kita yang terlahir kembali ke dunia ini seperti bayi, yang tak punya dosa. So putih, so bersih, putih sebersih salju *jeng jeng iklan lewat*
Selain itu juga sebisanya kita menghindari berpakaian norak dan ribet. Karena sebenarnya lebaran itu bukanlah sarana untuk memamerkan baju baru. Bukannya sok menceramahi orang, kadang bajunya itu lhooo bikin silau mata. Cantik sih boleh, tapi jangan sampai membuat noda dihati orang lain atau dengan kata lain membuat orang lain dongkol ^^

Angpau Lebaran a.k.a THR


Nah, tradisi ini nggak akan dilupakan begitu saja. Mestinya sih diawal postingan :p hihihii Tradisi di rumah, THR dibagikan sesudah makan bersama sepulang sholat Ied. Berbaris sesuai usia. Tapi, khusus yang belum kerja. Aku ini, walau udah semester V masih dikasih THR lohh. Kan belum kerja ;) Lumayan lah, nominal untuk mahasiswa cukup cetarr $_$ Kadang juga nggak dikasih, kan udah kuliah *apaan deh* Tapi, khusus dari mama, pasti ngasih THR berupa barang. Karena aku sudah beranjak dewasa (hihi) paling aku minta belikan hal-hal yang biasa aku pakai kayak jam tangan atau tas.

Silaturahmi


Nah ini, poin penting dari semua point, yaitu bersilaturahmi. Kalau tradisi di rumah nenek, anak pertama yang sungkeman *padahal mama-papa orang Sumatra kok sungkeman* diikuti istri/ suaminya dan anak-anaknya. Begitupun seterusnya. Sebagai anak muda *yeahh* Aku harus yang pertama kali menyalami yang tua. Begitupun dengan sepupu yang usianya lebih muda dari aku. Inilah cara keluarga mengajarkan cara menghormati orang yang lebih tua. Tidak hanya itu, kita juga harus bersilaturahmi ke tetangga-tetangga kiri kanan sampai yang terjauh sekalipun *sekalian jalan-jalan dan icip-icip kue :D* Allah swt. pun akan membukakan pintu ampunan dan pintu rahmat kepada umatnya yang bersilaturahmi o:)
Kalau pulang kampung, pasti sempetin berziarah ke makam keluarga yang telah mendahului kita. Inilah moment-moment sedihnya. Apalagi ke makam keluarga yang pernah aku temui semasa hidupnya :’( hikss Jadi sedih banget.

Selain pas hari idul fitri, biasanya pada malam takbiran pasti beli lilin terus diletakkan di depan rumah, di dekat pagar sama kembang api bunga sambil foto-foto. Yupp, satu lagi foto-foto :D Ini tradisi yang tidak pernah ditinggal semenjak megang gadget-gadget keren. Rasanya aneh dan terharu kalau liat foto Idul Fitri jaman SD dulu, mandi-mandi di pantai rame-rame bareng sepupu yang masih gadis/ bujang, eh sekarang udah punya anak semua :))

Tradisi tiap orang pasti berbeda, namun pasti ada yang sama. Tapi pastinya tradisi itu menyisakan banyak kenangan yang bisa diingat sampai nanti seterusnya :D

--

Oleh Dian Maharani (@realdianmrani93)

Thursday, November 14, 2013

Too Sweet to Ignore


Ada yang tahu kalau hari ini adalah Hari Diabetes Dunia?

Yup, diabetes.
Sebuah penyakit yang mengingatkan kepada kita bahwa kesehatan itu mahal harganya – tapi kalau sakit, akan jauh lebih mahal lagi.

Penyakit Diabetes atau Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit yang diderita seseorang yang disebabkan karena kurangnya insulin dalam tubuh. Insulin sendiri adalah sebuah hormon yang dihasilkan oleh sel beta pada pankreas. Insulin disini berfungsi untuk menyerap glukosa dari dalam darah yang digunakan sebagai energi tubuh. Kalau tubuh kekurangan Insulin, kadar glukosa akan menumpuk di dalam darah, sehingga pada akhirnya menyebabkan seseorang mengidap diabetes.
*sumber informasi dari sini

Saya pernah datang ke sebuah seminar yang menyebutkan bahwa beberapa penyakit degeneratif (penyakit yang seringnya belum ada obatnya, dan proses pemulihannya butuh waktu yang sangat lama) , beberapa diantaranya pasiennya makin lama makin muda. Udah ga heran lihat umur 30-an udah kolesterol dan jantung. Serem banget kan yaaa.

Salah satu penyebab penyakit degeneratif ini memang keturunan. Tapi pernah ga kepikiran kenapa orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam 'menurunkan' penyakit ini? Yup, karena gaya hidup-nya relatif sama. Kita makan di meja makan yang sama, mungkin sebagian berolahraga (atau tidak berolahraga) dengan cara yang sama. Ini yang bikin kita jadi punya potensi untuk mengidap penyakit yang sama dengan orang tua kita (terlepas dari genetis juga mempengaruhi).

Padahal, terutama untuk diabetes, Al-Qur'an sudah memberikan anjuran yang sangat baik untuk diaplikasikan lho. Coba cek ayat Qur'an dibawah ini..



Nah kan. Rasulullah sendiri juga sudah mewanti-wanti, '...berhentilah makan sebelum kenyang.' Artinya ya makan itu secukupnya aja, ga pake ini-itu dilahap kayak ga pernah makan. Cemilan juga seperlunya saja, hanya untuk menjaga tingkat energi kita; dan supaya kita tidak terlalu lapar saat menunggu jam makan tiba.

Apalagi sebagai seorang perempuan, one day we will be a wife and a mother. Meskipun kita ga bisa masak, dapur kan akan menjadi 'wilayah kekuasaan' kita. Demi mewujudkan keluarga yang sehat, kita harus lebih memperhatikan pola makan dan juga makanan apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh. Ya jenisnya, ya jumlahnya – hmmm, sepertinya mesti banyak belajar nih. 

Coba deh cek satu website ini: Soylution

Disini ada banyak informasi tentang kesehatan, mulai dari pola makan hingga gaya hidup yang dianjurkan, terutama untuk penderita diabetes. Dan meski kita bukan penderita diabetes, tetap bisa menikmati features yang ada di web ini. Sssttt, ada resep-resep masakan sehat juga lho!

Langsung deh browsing, dan share ke saya yuk, tips sederhana sister dalam menjaga kesehatan ;)

Love,
Prima
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...