Saturday, January 14, 2017

My 2017 Big Plan

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, sepertinya saya akan jarang mengisi blog ini. Pinginnya hanya enam bulan pertama karena sekarangpun saya sedang sangat bersemangat untuk menyelesaikan tesis, hihi. Target saya wisuda April atau Juli 2017, hanya kalaupun mau wisuda Juli, maksimal ujian dan selesai revisi itu bulan Juni. Mohon doanya ya. 

To be honest, ‘mengerjakan’ tesis itu proses yang kurang menyenangkan. You can’t count your productivity on this, unlike work when you have working hours and job description. Kalau sedang bekerja, mudah bagi saya untuk menghitung berapa tulisan yang sudah saya edit, atau seberapa viral artikel yang saya tulis. Sementara saat ini saya kembali ke tahap awal tesis yaitu banyak membaca, membuat mind map, dan menulis proposal. Nulis ini pun engga bisa sekali jadi kan. Dulu waktu semester 1 dan 2, kami diwajibkan membaca minimal 10 jurnal untuk bisa menulis satu essay sepanjang 5000 kata. Tentu tesis lebih besar daripada itu. Yang pasti ada beban yaitu tanggung jawab ke diri sendiri untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai, serta tanggung jawab ke subjek/objek penelitian bahwa saya akan menuliskan apa yang benar-benar terjadi. Belum lagi kalau berpikir bahwa penelitian ini harus memberikan manfaat aplikatif, bukan hanya normatif (ini bukan lagi ngomongin Debat Paslon Pilkada DKI tadi malam ya, hehe).

Selain itu, saya juga sedang merencanakan sesuatu yang lumayan besar. Kebetulan saya akan mengambil unpaid leave dari kantor selama dua bulan kedepan, dan mempertimbangkan untuk berbisnis bersama adik saya. This is something really big, mengingat saya pernah gagal dengan bisnis terdahulu. Sebenarnya saya sangat takut untuk berbisnis lagi, tapi saya menyamakan hal ini dengan percintaan. Kalau saya terus trauma sama kisah cinta yang kemarin-kemarin, saya engga kawin dong. LOL. Kekhawatiran itu pasti ada, makanya saya harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik.  

Awalnya saya merasa prihatin (halo, Pak SBY?) dengan adik dan ibu saya. Sudah lama sekali saya ingin membantu mereka, namun diskusi saya dengan ibu selalu menemui jalan buntu. Jadi saya hanya bisa melakukan yang terbaik, dan membantu mereka sebisa saya. Adik saya pada dasarnya cukup gigih dalam berusaha, tapi namanya juga mahasiswa baru, belum bisa mengatur waktu dan hal-hal lain. Kasihan kalau dia harus jadi guru les, karena kuliahnya padat sekali. Tapi saya merasa dia punya potensi, dan teman Facebook-nya banyak (alay pula #lah). Makanya saya menawarkan apa dia mau belajar berbisnis. Jual makanan ringan, dompet koin, macam-macam gitu. 

Sampai ketika saya curhat ke teman-teman sekelas yang sudah punya bisnis pribadi, dan mereka menyarankan saya untuk menjadi reseller mereka. Kebetulan salah satu dari mereka, sering saya beri ide untuk diversifikasi produk. Dia bilang, “mbak prima punya bakat jadi konsultan bisnis lho.” Ah dia engga tahu kalau saya pintar teori doang, praktiknya nol. Antara malas dan takut gagal lagi. 

Namun setelah beberapa pertimbangan, saya mengiyakan dan menulis business plan. Saya sempat merenungkan mengapa saya mau berbisnis produk ini dibandingkan produk lainnya. Dulu saat saya membuat clothing line busana muslimah, saya berniat untuk mengedukasi muslimah untuk berpakaian lebih syar’i (zaman itu belum banyak baju syar’i seperti sekarang). I want to sell values, not stuffs. Untungnya, seseorang mengingatkan saya kegunaan dari produk ini, yang saya sendiri juga merasakannya. 

Dari sini, saya mulai belajar lagi, bahwa bisnis bukan hanya tentang profit, melainkan manfaat. Saya juga menjalin silaturrahim yang lebih erat dengan teman-teman saya (dan customer saya nantinya). Saya juga melatih diri untuk tidak terlalu banyak pertimbangan karena teman saya satu ini bahkan tidak punya business plan. Teman yang satunya malah menjalankan bisnis semata karena suka dengan apa yang dia kerjakan. It means, you do have to make a plan, but sometimes you just have to do it. Tentu sambil berhati-hati juga.

Sooo I am really excited yet anxious for this year. Semoga Allah berkenan menjaga saya tetap di jalan-Nya. Semoga niat baik saya dimudahkan. Semoga saya terus bisa berbagi cerita dengan sister. Semoga resolusi sister juga diijabahi oleh Allah. Have a nice weekend!

Lots of love,
Prima

3 comments:

  1. Lama ga baca cerita Kak Prim. Kangeen! :)
    Semoga dilancarkan ya Kak. Ujiannya juga rencana bisnisnya.Aamiin amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah, aku juga kangen sama kamu! Makasih ya sayang *kiss*

      Delete
  2. Aamiin, semoga lancar untuk segalanya ya Mbak Priim! Cant't wait to hear good news from you! :*

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...