Monday, February 9, 2015

Visiting Sampan Mimpi and Faculty of Medicine UGM

Kalau bicara tentang petualangan, itu artinya saya harus mengeksplorasi daerah baru di Jogja, sendirian. Hal ini cukup menantang mengingat budaya berlalulintas di Jogja dan Surabaya agak berbeda. Sudah tidak terhitung berapa kali saya mengumpat di jalan, yang pastinya selalu diikuti dengan istighfar banyak-banyak. Ampuni aim ya Allah..

Nah, senin minggu lalu, saya berpetualang ke galerinya Sampan Mimpi, di Jl. Pandeyan no.42 Ruko 1. Tempatnya persis utara XT Square, sebelah sate kambing Pak Man. Lama juga dari rumah saya, sekitar 45 menit. Apalagi saya berkendara dengan kecepatan sedang, sambil nyanyi-nyanyi gitu. Terus, di Jl. Gejayan saya sempat ketemu pemeriksaan motor. Aman, saya bawa SIM dan STNK, pakai helm standar, menyalakan lampu di siang hari; yang ga bawa cuma pasangan aja. Soalnya ga punya #SekalianTsurhatYes

Saya ke Sampan Mimpi untuk mengambil pesanan saya, hadiah kecil untuk teman baru-tapi-sebenarnya-sudah-lama-tahu, namanya Vini. Kebetulan Vini akan melangsungkan ujian pendadaran pada siang harinya. Jadi mau sekalian ketemuan gitu deh. Vini sendiri pernah menang giveaway yang saya adakan di blog saya yang lain, Helokim. Saat itu, saya bikin blogging competition tentang perawatan kulit untuk cowok. Dan Vini – yang ternyata mahasiswa FK UGM angkatan 2011 – berhasil memenangkan hati saya karena penjelasannya yang detil. Ya ampun, itu tahun 2013 aja lho. Waktu memang berlalu begitu cepat yaaaaa.

Kembali ke Sampan Mimpi, creative merchandise shop ini didirikan oleh kenalan saya, Asa, dan pacarnya, Dipa. Saya kenal Asa dari Indonesian Hijab Blogger (IHB) regional Jogja, dan waktu kopdar perdana Desember lalu, saya menangin DUA purse dari Asa/Sampan Mimpi. Hihihi. Style Asa dalam hasil karyanya cute dan chic gitu, pemirsa. Bahkan beberapa teman-teman IHB mengaku kalau mereka anaknya ‘asa banget’. Lucu gitu maksudnya :p Produk Sampan Mimpi juga udah lumayan banyak, tapi yang paling terkenal ada bantal karakter dan cushion (bantal kotak). Dari pengamatan saya sih paling pas buat hadiah pernikahan atau anniversary. Nah, menurut Asa, baiknya pilih yang kotak soalnya sarung bantalnya bisa dilepas untuk dicuci. Saya sih naksir sama tote bag-nya, kalau mau pesan gambar juga bisa, harganya pun affordable – Rp. 85.000.

Selain produk fisik, Asa juga melayani orderan header buat blog, dan untuk lebih jelasnya kamu bisa tanya-tanya lewat line: asakecil. Seneng deh lihat teman masih muda tapi sudah mencoba berbisnis. Oya, Asa lagi cari karyawan yang bisa bantu jaga toko, soalnya Asa kan mesti fokus sama produksi. Tolong bantu Asa ya teman-teman, siapa tahu ada yang lagi cari kegiatan juga ;)



 

 
 
 
 
 
 
 
 
ini buat Viniii ;)
Sepulangnya dari Sampan Mimpi, saya berkendara ke arah UGM. Kayaknya saya sempat nyasar, pokoknya lama banget baru nyampe UGM. Ngapain ajeee Prim. Setelah puter-puter di seputaran FK UGM buat nyari tempat parkir, ya ampun ternyata kudu parkir di FKG, saya milih parkir di masjidnya FK UGM. Sebenarnya teman saya sudah bilang sebelumnya, tapi ngotot juga sayanya, siapa tahu ada tempat parkir yang lebih dekat. Huahahaha.

Namanya juga alumni UB, di komplek FK UGM, saya berasa kayak orang udik dateng ke kota. FK UGM luas banget yaaa, kalau ditotal jarak dari FK ke FKG di UGM, sama dengan dari gedung FK ke Ruang Kuliah Bersama (RKB) di UB. Kalau kayak gini mestinya anak FK kurus-kurus dong ya, banyak jalan kaki. Tapi itu tidak penting untuk dibahas, karena yang penting kapan lagi saya bisa ‘iseng’ main ke FK UGM :)))

Alhamdulillah, dik Vini dapat A buat skripsinya. Alhamdulillah bertambah lagi teman saya, apalagi salah satu teman Vini, namanya Ratna, ternyata pernah hadir di World Muslimah Forum. 

ki-ka: Saya. Vini, Ratna.
That’s why I can’t wait for getting back to school soon. New friends, new experiences. Hi Jogja, please be nice to me ;)

Lots of love,
Prima

4 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...