Saturday, February 7, 2015

Bertamasya ke Solo: Warung Orange Bistro

Hari sabtu yang lalu, setelah dua hari penuh berada di tempat tidur akibat infeksi lambung, saya ikut tante bertamasya ke Solo. Engga deng. Sebenarnya rencana awal kami adalah menjenguk YangTi Solo, sebutan untuk mertuanya tante (adiknya ayah yang bungsu – tante yang di Jogja adalah anak tengah). Menurut tante bungsu di telepon pada awal minggu, YangTi sedang sakit parah. Namanya orang sepuh ya, kami khawatir dong. Jadi kami segera meluncur ke Solo saat akhir pekan.

Ternyata, sampai disana YangTi tampak sehat dan ceria.

-______________________________-

Efek dikunjungi sama anak-anak dan cucu-cucunya kali ya. YangTi malah menyuruh kami jalan-jalan aja. Sepupu saya yang masih kecil langsung merengek minta berenang, dan tante saya menyetujuinya. Kami pun capcus ke Pandawa Waterboom dengan riang gembira.

Tetot! Sepupu-sepupu saya aja sih yang happy; saya dan sepupu saya yang seumuran langsung lihat-lihatan. Mau ngapain di kolam renang. Jangankan baju renang, baju ganti aja ga bawa. Maka gantian saya yang merengek, minta ijin untuk mbolang berdua aja. Permission granted, dan saya langsung googling tempat nongkrong di Solo.

Tempat pertama yang terpikirkan di kepala saya adalah Double Decker. Saya sudah sering lihat tempat ini wira-wiri di Instagram. Kebetulan kami melewatinya saat mengantar tante-tante dan sepupu-sepupu ke waterboom. But it was still 9AM something, and Double Decker opens at 11AM. So, skip that. Kemudian saya ingat Warung Orange Bistro yang diceritain Nuyree, dan ketika saya bilang sama om, ancer-ancernya lumayan gampang. Yaudin, saya segera mengirim pesan via line ke teman saya, Bondan, untuk menemui saya disana.

Disinilah awal kesialan kami. Sok-sok-an lihat di Google Maps, dan berpatokan sama nomer tempatnya DOANG. Berhubung di Maps tempatnya dekat RSI Kusiati, kami diturunkan disana. Lalu tanpa bertanya, kami berjalan ke arah utara. Soalnya tepat di tempat kami turun, semakin ke utara, nomernya semakin kecil. Warung Orange sendiri – menurut Google - nomer 19. Di depan tempat kami berdiri, nomer 190-an.

Setelah berjalan sepuluh menit, saya mulai bertanya-tanya kepada beberapa orang, dan ga ada yang tahu. Sampai akhirnya, jalan Kapten Mulyadi sudah berganti dengan jalan Ir. H. Juanda. Bahkan PGS pun tampak dari kejauhan. Hasyem. Untungnya di pojok jalan ada hansip dan mereka ngerti Warung Orange. Menurut mereka, tempatnya ada di selatan-nya rumah sakit.

Jalan kaki balik? Oh no, mending saya ke tempat lain aja. Para hansip pun mengusulkan agar kami naik Trans Solo. Dan masih ada keberuntungan, ada Trans Solo sedang menuju halte tempat kami berdiri. Di Trans Solo, terjadilah percakapan menggelikan antara saya dan mbak-mbak petugas Trans Solo. Ga perlu ditulis disini lah, malu sendiri saya :))) Lalu dia meminta pak sopir untuk menurunkan kami tepat di depan Warung Orange supaya kami tidak kesasar.

And they really do it. I mean it. Mereka menurunkan kami begitu saja, engga di halte. Disuruh loncat gitu dari bis. Ya ampun, semoga mereka ga dikenai sanksi. They just want to help us, hehehehehe.

Kucel dan berkeringat, kami masuk Warung Orange Bistro dengan pedenya. Kesan pertama, tempatnya kekinian banget. Dekorasi dan hiasan dindingnya lucu-lucu. Daftar menu ditulis di sebuah papan tulis di dinding, dekat display cake. Nah, sempat terpikir, wah ternyata harganya lumayan mahal untuk ukuran Solo (sok tau). Harga makanan dan cake-nya berkisar antara 20ribu-30ribu, dan minumannya bervariasi, mulai dari 7ribu.

Saya memesan Rainbow Smoothie, yang saya ingat kasirnya bilang campuran leci dan stroberi. Tapi kayaknya ada mangga juga, terasa pekat manisnya. Lalu entah kenapa yang keluar minumannya berwarna biru, hahaha. Saya suka banget, setelah diaduk rasanya jadi ga terlalu manis atau asam. Kalau suatu saat kesana lagi, saya pesan ini lagi aja #PrimaAnaknyaSukaMainAman

Untuk makanan, saya pesan Chicken Cordon Bleu yang kayaknya salah besar karena saya kan baru sarapan sekitar tiga jam sebelumnya. Ketika pesanan saya keluar dan melihat porsinya, saya langsung nyesel sendiri. Saya justru menikmati seladanya dan berpikir, ‘wah coba ada salad..’ Tapi overall enak kok, namanya juga makanan favorit yaa, haha. Sepupu saya memesan Spaghetti Bolognese, soalnya dia memang suka banget spaghetti. Pas saya icip, rasanya sih sedikiiit kurang matang.

Oya, setelah Bondan datang, dia memesan Big Breakfast yang berisi pancake, mushroom, bacon, mashed egg, dan sausage. Aneh banget rasanya -_- Jamurnya hambar, sosisnya keras (banget); tapi bacon-nya lumayan. Saya langsung nyeletuk, “wah tau gitu pesen cake aja..” dan belakangan kami tahu kalau mereka sudah bikin Red Velvet. Huhuhuhuhu.

Berdasarkan cerita Bondan, Warung Orange Bistro jadi makin rame menjelang sore. Tempat yang didalam memang nyaman, tapi saya ga bisa bayangin kalau yang diluar. Mungkin untuk yang merokok sih enak-enak aja ya. Bondan sendiri adalah mahasiswa jurusan HI UGM yang sedang mengerjakan skripsi. Dia berasal dari Bekasi, dan pengetahuannya tentang tempat nongkrong seru patut diacungi jempol. Mumpung ketemu, saya sekalian tanya-tanya tentang tempat makan di Jakarta. Hehe.

So, overall I had good time in Solo. Before it rains sooo hard on our way home, and alhamdulillah we finally arrive safe and sound.

See you on the next post, and have a nice weekend!

Love,
Prima

Warung Orange Bistro
Jl. Kapten Mulyadi No. 255B 
Telp. 0271-9384557

Rainbow Smoothie Rp. 20.000,00
Strawberry Soda Rp. 17.000,00
Big Breakfast Rp. 30.000,00
Chicken Cordon Bleu Rp. 30.000,00
Spaghetti Bolognese Rp. 23.000
Tea Ice Rp. 7.000,00

 
 
 
 
 
 
 

3 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...