Thursday, November 14, 2013

And the Award Goes to..



Tepat ketika saya berpikir-pikir kapan yaaa kira-kira saya bisa dapat award sebagai blogger, writer, atau mungkin sebagai seorang pekerja 'biasa'.....program siaran radio favorit saya mendapatkan award dari KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Jawa Timur. Sebagai seorang pendengar setia (mak, saya udah dengerin radio ini dari tahun 2006!!!), saya turut bangga tentunya :)

Good Morning Hard Rockers terpilih sebagai pemenang dari kategori talk show. KPID Award sendiri bertujuan untuk memberikan motivasi dan apresiasi untuk media (televisi dan radio) yang memproduksi siaran yang baik, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

See that they mentioned 'bermanfaat'?

Tiba-tiba saya berpikir, inilah penghargaan tertinggi yang bisa diterima oleh seorang insan: bahwa apa yang ia lakukan, berguna bagi banyak orang. Syukur-syukur, kalau hal tersebut bisa menginspirasi orang untuk berbuat hal yang baik.

Sebagai seorang blogger, the real 'award' isn't about the title; or how many people read my blog, but it's all about how many readers leave a comment and saying how they are inspired by what I write.





Congratulation GMHR, especially untuk penyiar, produser, music direstor, narasumber, operator, dan tentu saja untuk segenap kru Radio Hard Rock FM Surabaya.

Keep original, be proud to share positivity and optimism, and be happy for being an inspiration :)

Lots of love,
Prima

#MenulisMuharram: Get Married

Bismillah..

Ehem…kemarin baru selesai musim haji loh! Trus kenapa? Ya ga’ papa, tapi konon katanya musim haji tuh musimnya orang pada ketemu jodohnya alias kawin. Dirumah aja sampe numpuk tuh undangan dari sodara, tetangga sampai undangan nyasar. Loh??

Ngomongin soal pernikahan, pasti yang terbayang itu suasana meriahnya, jadi ratu dan raja sehari, sampe soal adat istiadat yang kadang jadi moment yang ditunggu-tunggu. Kapan lagi coba kita bisa lihat pagelaran budaya pernikahan Indonesia zaman sekarang? Kemarin liat kan gimana meriah dan Indonesia-nya pake banget waktu perhelatan pernikahan putri Sultan Hamengkubuwono ke X? Pake kereta kencana, pasukan ala kerajaan, ga’ kalah sama pesta royal weddingnya Pangeran William dan Kate Midleton.

Nah kali ini selain ngomongin adat, aku juga bakalan ngebahas topik “Islamic wedding”  *hemm..dengarkan yaa* gak apa2 yang pentingkan eksis dulu. :D

Udah tau dong, arti dari Islamic wedding, artinya itu pernikahan  yang tata caranya sesuai dengan tuntunan dalam islam sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Sebelum masuk ke acara pernikahan zaman sekarang, kita kilas balik dulu ke zaman Rasullulah, aku akan menceritakan pernikahan putri nabi Muhammad, yaitu *siapa hayoo ?? * yap.. betul Dia adalah Fathimah az-Zahra.

Fatimah adalah putri nabi Muhamad dengan Khadijah r.a, Fatimah menikah dengan salah satu sahabat rasullulah yan paling cerdas, yaitu Ali bin Abu Thalib. *wah beruntung sekali yaa*. Meski Fatimah mampu hidup dengan penuh kemewahan, putri Rasullulah ini lebih memilih berada di rumah yang mungil dan menjalani hari-hari dengan penuh kesederhanan.

Ali bin Abu Thalib bahkan berkata, “aku menikahi Fathimah, sementara kami tidak mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari. Kami tidak mempunyai selain unta itu” Ali bin Abu Thalib sangat luar biasa, tidak heran mereka menjadi pasangan yang serasi.

Nah selesai dengan kilas baliknya aku akan menceritakan acara pernikahan yang islami. Karena aku berasal dari Kalimantan Selatan, jadi aku bakalan mengenalkan pernikahan adat banjar. Dalam pernikahan adat banjar ada beberapa proses nih, yaitu:
 
1. Basasuluh.
Seorang laki-laki yang akan dikawinkan biasanya tidak langsung dikawinkan, tetapi dicarikan calon gadis yang sesuai dengan sang anak maupun pihak keluarga

2. Batatakun atau Melamar.
Setelah diyakini bahwa tidak ada yang meminang gadis yang telah dipilih maka dikirimlah utusan dari pihak lelaki untuk melamar, utusan ini harus pandai bersilat lidah sehingga lamaran yang diajukan dapat diterima oleh pihak si gadis. Jika lamaran tersebut diterima maka kedua pihak kemudian berembuk tentang hari pertemuan selanjutnya yaitu Bapapayuan atau Bapatut Jujuran.

3. Bapapayuan atau Bapatut Jujuran.
Kegiatan selanjutnya setelah melamar adalah membicarakan tentang masalah kawin. Pihak lelaki kembali mengirimkan utusan, tugas utusan ini adalah berusaha agar masalah kawin yang diminta keluarga si gadis tidak melebihi kesanggupan pihak lelaki. Untuk dapat menghadapi utusan dari pihak keluarga lelaki, terutama dalam hal bersilat lidah, maka pihak keluarga sang gadis itu pun meminta kepada keluarga atau tetangga dan kenalan lainnya, yang juga memang ahli dalam bertutur kata dan bersilat lidah. Jika sudah tercapai kesepakatan tentang masalah kawin tersebut. Maka kemudian ditentukan pula pertemuan selanjutnya yaitu Maatar Jujuran atau Maatar Patalian.

4. Maatar Jujuran atau Maatar Patalian.
Merupakan kegiatan mengantar masalah kawin kepada pihak si gadis yang maksudnya sebagai tanda pengikat. Juga sebagai pertanda bahwa perkawinan akan dilaksanakan oleh kedua belah pihak

Meski tidak seribet Royal Wedding Putri Sultan Hamengkubowono, tapi pernikahan dalam Adat Banjar ini turut menggambarkan bahwa ada beberapa anjuran dalam pernikahan Islam yang harus kita patuhi.

Tapi jangan lupa ya,  apapun adat dan cara-cara dalam pernikahan, yang penting adalah ijab qobul. Masalah kemewahan itu tergantung kemampuan, jangan sampai memberatkan salah satu atau malah kedua pihak.

Nah, sekarang gimana? Yang belum nikah jadi kepingin menikah ya? :p

Sabarrr, jodoh pasti bertemu hanya saja mungkin sekarang belum saatnya. Saling mendoakan aja yuk :)

Doakan juga semoga aku bisa menulis lagi, dan mudah-mudahan bisa lebih menarik dari ini.

Wassalamu’alaikum :)

--

Oleh Eka Yusnita (@ekayusnita1)
http://ekayusnita.blogspot.com/

Wednesday, November 13, 2013

#MenulisMuharram: Berjalan di Jalan-Nya

Kalau ditanya doa favorit pasti jawabannya ga cuma satu. Tapi kalo banyak-banyak bisa-bisa ntar tulisannya ga jadi blog post, tapi jadi cerbung alias cerita bersambung dong >_<

Baiklah, di antara yang favorit dipilih yang TERfavorit, masih dapet beberapa doa, dan akhirnya untuk #MenulisMuharram, saya mau share doa yang satu ini.


"Rabbanaa aatinaa minladunka rahmah, wa hayyi'lanaa minamrinaa rasyadaa."

Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus pada kami dalam urusan kami.

Diambil dari Al Qur'an surat ke-18: Al-Kahfi, ayat 10. Yang biasa Al-Kahfi-an tiap hari Jumat pasti ga asing lagi sama doa ini. Dalam kisah Ashabul Kahfi, kalimat indah ini diucapkan oleh para pemuda yang berdiam di gua demi menjaga keimanan mereka.

Di rimba kehidupan (etsaah), pastinya banyaaak sekali urusan dan keperluan kita. Banyak pula keputusan yang harus diambil, langkah yang harus dipilih, alternatif jalan yang harus ditempuh. Begitu banyaknya hingga kalau kita ga pake petunjuk dari-Nya, kita bakal tersesat, paling minim bakal capek karena muter-muter dulu.

Misalnya aja nih, urusan yang sepele kaya obat jerawat mana yang paling cocok. Kalo ga ngadu dulu sama Allah, bisa-bisa kita coba ini-itu, googling ke sana kemari gaa dapet-dapet juga obatnya, malah makin eksis tu jerawat. Dari sesederhana urusan beli buku mana yang bagus dan manfaat, sampai jodoh mana yang baik lagi tampan (ehm). Dari soal pakaian ini sudah syar'i atau belum, sampai ke perkara pekerjaan ini halal atau tidak.

Beneran, di setiap urusan, kita butuuh banget petunjuk dari Allah. Karena tujuan kita cuma dan hanya ridha Allah semata, kalo langkah kita ga ditunjuki bisa-bisa ga sesuai sama aturan-Nya dan Dia ga ridha akhirnya cuma lelah dan rugi :(

Makanya, meski juga selalu minta petunjuk saat mengalunkan Al-Fatihah di tiap rakaat sholat, saya suka sekali doa ini. Semoga kita selalu dilimpahi rahmat oleh-Nya, dan senantiasa dalam bimbingan dan  petunjuk-Nya, amiin.


-- 

Oleh Dessy (@coffeecream)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...