Menjelang ulang tahun saya beberapa hari lagi, tiba-tiba saya mengalami kekhawatiran dan ketakutan yang tidak biasa. Kalau galau karena status yang masih single sih, sudah jadi makanan sehari-hari. Akan tetapi, perasaan ini entahlah, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Saya jadi lebih sering bercermin. Memperhatikan wajah dengan kerutan halus yang mulai tampak. Perut yang semakin berlipat. Hah! Saya benci menua. Saya tak suka mengakui metabolisme mulai melambat sehingga betapapun keras saya berolahraga, lemak masih betah menempel di badan saya.
Saya jadi berpikir, apa jangan-jangan saya sedang mengalami phobia? Saya tidak tahu apa ada phobia ulang tahun. Yang pasti saya tidak phobia akan kue tart maupun lilin. Setidaknya dua tahun yang lalu saya masih merayakan ulang tahun dengan kue tart – lengkap dengan lilin. Padahal saya sedang liburan kantor ke Bandung. Saat itu, mama saya meminta tolong kepada temannya untuk mengirim kue tart ke villa tempat kami menginap. Ah, tahun ini pun saya tidak merayakan ulang tahun dengan beliau lagi. Hiks.
Dulu saya pernah phobia cacing. Cacing ya, cacing tanah gitu. Bukan ulat ataupun ular – saya justru berani pegang. Suatu waktu, ada cacing yang bertengger di karpet di kamar kos. Saya masih ingat bagaimana saya loncat-loncat diatas tempat tidur sambil berteriak mencari pertolongan. I couldn’t explain the fear, it feels like I was about to die. Lucunya, duluuuuu banget saya kan pramuka yang hobi berkemah, tapi biasa aja sama cacing. Aneh ya.
Seorang rekan kerja waktu masih jadi penyiar radio punya phobia yang ‘unik’, dia takut banget sama rambutan. Dia bisa sampai menangis dan berlari kesana-kemari menghindari rambutan. Kan kasihan kalau lagi musim rambutan. Mana badannya besar pula, mau menenangkan dia jadi agak-agak susah. Katanya sih, waktu kecil dia pernah trauma sama pohon rambutan yang memang terkenal banyak semutnya. Kakeknya punya pohon rambutan dan setiap habis panen, semutnya kemana-mana. Gara-gara itu, setiap dia melihat rambutan, dia jadi geli sendiri dan menolak untuk makan. Melihat rambutan pun ogah. EH terus kalau gitu, sebenarnya dia phobia semut atau rambutan yak? #BaruSadar
Anyway, phobia memang macam-macam kan. Ada hylophobia (phobia pada pohon), ablutophobia (phobia mandi), xanthophobia (phobia warna kuning), dan masih banyak lagi. Coba cek di artikel ini: Inilah 11 Nama Phobia Aneh yang Pasti Bikin Kamu Terheran-heran. Untung saya tidak mengalami pogonophobia (phobia pada jenggot), apa kabar Pangeran Dubai dong? Kalau dari daftar tersebut, mungkin saya sedikit merasakan somniphobia (phobia tidur). Apalagi karena saya sering sekali mengalami lucid dream. Tapi tidurnya sih tetap hobi, and I am proud of my ability to sleep everywhere easily. Tidak heran muka bantal gini. LOL.
Back to my fear, a friend of mine said that I have to change my mindset and embrace my aging process. Jangan berpikir saya sudah umur 2x, tapi saya harus berpikir bahwa saya baru 2x tahun dan masih buanyaaak hal yang belum saya lakukan. Banyak bersyukur deh, karena hingga tahun ini, saya terus mendapatkan kejutan menyenangkan dalam hidup. Semoga saya tidak terlalu cemas, mampu membebaskan pikiran saya, dan lebih menikmati hidup. Last but not least, say no to phobia – whatever it is!
Love,
Prima
Saya jadi berpikir, apa jangan-jangan saya sedang mengalami phobia? Saya tidak tahu apa ada phobia ulang tahun. Yang pasti saya tidak phobia akan kue tart maupun lilin. Setidaknya dua tahun yang lalu saya masih merayakan ulang tahun dengan kue tart – lengkap dengan lilin. Padahal saya sedang liburan kantor ke Bandung. Saat itu, mama saya meminta tolong kepada temannya untuk mengirim kue tart ke villa tempat kami menginap. Ah, tahun ini pun saya tidak merayakan ulang tahun dengan beliau lagi. Hiks.
Dulu saya pernah phobia cacing. Cacing ya, cacing tanah gitu. Bukan ulat ataupun ular – saya justru berani pegang. Suatu waktu, ada cacing yang bertengger di karpet di kamar kos. Saya masih ingat bagaimana saya loncat-loncat diatas tempat tidur sambil berteriak mencari pertolongan. I couldn’t explain the fear, it feels like I was about to die. Lucunya, duluuuuu banget saya kan pramuka yang hobi berkemah, tapi biasa aja sama cacing. Aneh ya.
Seorang rekan kerja waktu masih jadi penyiar radio punya phobia yang ‘unik’, dia takut banget sama rambutan. Dia bisa sampai menangis dan berlari kesana-kemari menghindari rambutan. Kan kasihan kalau lagi musim rambutan. Mana badannya besar pula, mau menenangkan dia jadi agak-agak susah. Katanya sih, waktu kecil dia pernah trauma sama pohon rambutan yang memang terkenal banyak semutnya. Kakeknya punya pohon rambutan dan setiap habis panen, semutnya kemana-mana. Gara-gara itu, setiap dia melihat rambutan, dia jadi geli sendiri dan menolak untuk makan. Melihat rambutan pun ogah. EH terus kalau gitu, sebenarnya dia phobia semut atau rambutan yak? #BaruSadar
Anyway, phobia memang macam-macam kan. Ada hylophobia (phobia pada pohon), ablutophobia (phobia mandi), xanthophobia (phobia warna kuning), dan masih banyak lagi. Coba cek di artikel ini: Inilah 11 Nama Phobia Aneh yang Pasti Bikin Kamu Terheran-heran. Untung saya tidak mengalami pogonophobia (phobia pada jenggot), apa kabar Pangeran Dubai dong? Kalau dari daftar tersebut, mungkin saya sedikit merasakan somniphobia (phobia tidur). Apalagi karena saya sering sekali mengalami lucid dream. Tapi tidurnya sih tetap hobi, and I am proud of my ability to sleep everywhere easily. Tidak heran muka bantal gini. LOL.
Back to my fear, a friend of mine said that I have to change my mindset and embrace my aging process. Jangan berpikir saya sudah umur 2x, tapi saya harus berpikir bahwa saya baru 2x tahun dan masih buanyaaak hal yang belum saya lakukan. Banyak bersyukur deh, karena hingga tahun ini, saya terus mendapatkan kejutan menyenangkan dalam hidup. Semoga saya tidak terlalu cemas, mampu membebaskan pikiran saya, dan lebih menikmati hidup. Last but not least, say no to phobia – whatever it is!
Love,
Prima