Saturday, August 31, 2013

A Dreamy Dream

Setiap orang pasti memiliki impian, atau setidaknya, seharusnya mereka punya.
Karena seperti kata orang sukses, impian membuat kita terus bergerak. Impian menjadi alasan kita bangun pagi setiap hari, berangkat bekerja, apapun pekerjaannya – dan apapun impiannya.

Setiap saya mengunjungi rumah nenek saya, saya selalu bertanya-tanya apakah orang desa memiliki impian. Seiring saya dewasa, saya menemukan kenyataan bahwa ya, mereka memiliki impian.

Ada yang punya impian anaknya sekolah sampai kuliah, ada yang punya impian anak perempuannya dapat suami kaya (iya), ada yang punya impian bisa naik haji, dan lain-lain.

Ada sesuatu yang saya tangkap dari impian mereka: bahwa hal yang mereka impikan biasanya hampir-hampir mustahil untuk seukuran mereka. Bukannya saya mengecilkan orang desa, tapi ada keterbatasan, bukan hanya dana tapi juga sarana dan cara. Mungkin ada yang punya uang banyak karena panennya berhasil, tapi tidak memahami bagaimana cara melakukan pendaftaran haji. Ada juga yang percaya bahwa anaknya cukup berprestasi di sekolah di desa, tapi mereka kemudian memahami bahwa mendaftar ke universitas tidak semudah yang mereka pikir.

Tapi apakah mereka berhenti?
Tidak.

Dan beberapa saat yang lalu, saya bisa melihat sendiri salah satu tetangga nenek saya dengan bangga mengantarkan oleh-oleh dari anaknya yang mendapat beasiswa sekolah Master di Jerman. Wow, luar biasa sekali kan?

Maka malulah saya jika menyerah dan ‘main aman’ dengan tidak berani menggantungkan impian setinggi langit. Mungkin dari segi dana, saya juga belum lebih baik daripada mereka. Tapi saya tinggal di kota, dan akses informasi lebih mudah daripada mereka. Inilah, yang harus saya manfaatkan sebaik-baiknya.

What about you?


Keep believing in your dreams,
Prima


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...