Showing posts with label Sister to Sister. Show all posts
Showing posts with label Sister to Sister. Show all posts

Saturday, January 21, 2017

Being a Mother is Amazing, Being a Woman is Much More


Kemarin pagi, saya mendadak harus pergi ke ATM, mengambil uang untuk bayar SPP (ya Allah, sedih kaleeeee). Saat keluar dari mini market, saya melihat seorang ibu dengan dua anak perempuannya – yang satu masih TK, dan adiknya masih balita. Lucu sekali melihat tingkah mereka yang begitu aktif. Hampir saja ibu mereka kewalahan.

Kadang, ketika hal-hal seperti ini terjadi, saya bisa merasakan seorang anak kecil memanggil saya ‘mommy’. Memeluk saya dengan erat, merajuk saat saya menolak membelikannya permen, namun tetiba mengatakan ‘mommy, I love you’ di akhir hari. Iya, si anak bakal saya ajak ngomong bahasa Inggris dari kecil soalnya bapaknya bule. Engga usah didebat, diaminin aja. Hehe.

Life isn’t easy for a 28-year old Indonesian woman. Dimana kebanyakan sahabat, rekan kerja, teman kuliah, sampai tetangga pun melepas masa lajang dan memiliki anak. Don’t get me wrong. I am so happy for them. I hope I will never ever judged them for how they treat their babies because after all, it’s not mine.

Namun sering juga saya berpikir, apa mungkin Allah melihat saya belum siap? Di sisi lain, positive thinking-nya adalah, Allah ingin saya mencapai sesuatu terlebih dahulu. Yang lebih besar, belum tentu. Lulus kuliah dalam empat semester aja saya gagal, mau mikirin perdamaian dunia. Heeehhh, nanti dulu.

Saat-saat seperti ini, I look up to one of my best friend. Saya pernah bertanya apakah dia iri dengan pencapaian saya, dia bilang iya. Sementara dia terus-menerus berbagi cerita tentang bagaimana suaminya sangat romantis. Lalu sekarang dia sedang menunggu kelahiran bayinya sambil membaca buku-buku parenting. Hampir tiga tahun pertemanan kami, dia sudah berubah begitu banyak. Sedangkan saya merasa ‘masih di sini-sini aja’.

Beberapa waktu yang lalu, saya mulai membayangkan seorang lelaki ini yang akan menjadi bapaknya anak-anak saya. Engga, saya belum cinta sama dia, ketemu aja belum pernah. Saya hanya berpikir demikian karena saya rasa orangnya asyik. Iya, pemikiran saya cetek banget. Tapi itu semua terjadi sebelum kami kemudian bertengkar hebat dan...entahlah.

To be honest, pertengkaran saya waktu itu didominasi perasaan saya yang engga karuan karena lagi PMS. Saya jadi marah-marah sama diri sendiri. Saya jadi benci menjadi perempuan. Kenapa saya harus merasakan penderitaan ini setiap bulan? Tahu sendiri kan, saat PMS, you can’t control what you say. Yang ada di pikiran apa, yang keluar dari mulut apa. Makanya saya sering lebih memilih mendekam sendiri di rumah biar engga kesenggol sama orang-orang. Although I know it’s not a solution karena biasanya justru bisa makin galau dan berpotensi untuk bunuh diri.

Lucunya, si lelaki ini sempat memberikan sebuah pernyataan yang hampir saja terdengar simpatik. Dia bilang gini, “makanya Allah selalu kasih perempuan waktu istirahat setiap bulan. Allah berikan ‘pekerjaan’ yang fokus kepada hal-hal yang sesuai dengan fitrah perempuan. Misal mengasuh anak, karena bagaimanapun karakter anak itu nurun dari ibunya.”

Sister kan engga tahu konteks pembicaraan kami, tapi pada akhirnya kami bertengkar karena cara dia mengatakan ini mengisyaratkan seolah-olah perempuan itu lemah banget. Padahal – saya merasa pekerjaan mengasuh anak itu sama sekali bukan pekerjaan ‘remeh’, tapi justru lebih besar daripada itu. Saya sadar bahwa ‘memiliki anak’ mungkin bukan tujuan semua perempuan di muka bumi ini. Namun saya kemudian sadar, bahwa apapun yang perempuan lakukan, it’s to raise a better generation.

Ya, menjadi (calon) ibu bukan hanya tentang belajar dari buku. Tapi juga tentang menjadi perempuan yang kuat, cerdas, mandiri, sabar – namun tetap menghargai dan menghormati pasangan.

And I learned it from you, dear Ocha. Terima kasih telah memberikan aku berbagai pelajaran hidup untuk menjadi perempuan yang seutuhnya – terlepas dari apapun statusku sekarang. Terima kasih telah membersamaiku dalam nasehat, doa, dan cerita-cerita konyol. Maaf, untuk sementara waktu aku belum bisa menuliskan pengalamanku dengan si mas bule di blogku seperti kamu minta :))) You will be a great mother, and always remember to keep being a good wife for your mas. He is lucky to have you and vice versa – so you have to show him ever single day that you are grateful to have him.

Lots of love,
Prima


***Tulisan-tulisan Ocha bisa dibaca disini.

Wednesday, October 5, 2016

Belajar dari Haters Oki Setiana Dewi: Tentang Hijrah, Popularitas, dan Memberikan Panggung untuk 'Selebriti'

Hi! I’m back to Jogja again! Sebenarnya sih bulan Oktober ini saya menargetkan untuk nge-blog setiap tanggal ganjil (1, 3, 5, dst...) tapi tanggal 3 kemarin saya masih on the way dari Surabaya ke Jogja. Sampai Jogja pun tepar... Duh kapan ya, bisa business trip dengan pesawat kelas bisnis seperti Dian Pelangi? Cuma kalaupun ada duitnya, kayaknya sayang juga, mending dipakai buat beli tas Hermes #lah #samaaja

Saya menghabiskan akhir pekan kemarin di Surabaya untuk mengisi acara bertajuk Literaturia. Seingat saya, ini adalah kesempatan pertama saya untuk sharing tentang menulis sejak bekerja di ZettaMedia. Terakhir kali saya bicara tentang menulis di Surabaya itu waktu ngisi Bincang Santai Gerakan Mahasiswa Surabaya tahun 2014 lalu. Kalau dipikir sebenarnya saya masih grogi lho, apalagi kalau tahu para peserta pada udah punya blog dan mungkin saja pembaca blog mereka jauh lebih banyak daripada (pembaca blog) saya.

Hal ini membuat saya merenungkan kisah (((kisah))) haters Oki Setiana Dewi. Tadinya sih, saya masih pingin mengambil Mario Teguh sebagai perumpamaan. Tapi takut sister bosan, hehe (dan saya pingin bulan ini saya lebih banyak share tentang perempuan). Intinya gini, semua orang punya dosa (jadi ingat Awkarin: ‘kalian semua suci, aku penuh dosa’); then why masih ada aja orang yang jadi motivator atau ustadz/ustadzah?

Saturday, August 27, 2016

Challenge Accepted: The Sunshine Blogger Awards 2016

Have to post it soon before I forget it! Beberapa tahun yang lalu (halah), saya juga pernah di-tag something award gitu sama teman blogger, terus udah kejawab pertanyaannya, eh lupa di-post. Anyway, award kayak gini seru juga ya, soalnya jadi ada ide buat nge-blog. Bahkan, mungkin dari setiap pertanyaan yang dikasih, bisa jadi satu blog post sendiri.

Sebelum saya menduduki kursi panas – busyet, berasa Who Wants to be Millionaire ajeee – let me thank Hestia Istivani, adik saya yang gemar sekali membaca. She inspired me to read more, dan saya sering nanya ke dia kalau mau beli buku. Kali ini pertanyaan yang dia ajukan ada yang sulit, jadi mari lihat sebagus apa jawaban saya. Hehe.

1. Why did/did not you sign up to have Spotify account?

What is Spotify? #meh

2. What concert do you want to attend so bad?
MICHAEL BUBLE, please! Taylor Swift – pasti masih kebayang video klip New Romantics nih. Terakhir, Charlie Puth, because...I want to Marvin Gaye and get it on with him, awww!

3. If you can choose a music instrument to play, which one would you like to be master at?
Piano sih, karena dulu waktu kecil sudah pernah les. Tapi masuk SMP ketemu aktivitas yang lebih seru dan jadi malas untuk ngelanjutin. Cuma sekarang kayaknya kudu beli pianonya dulu ya, biar bisa praktik setiap hari. Berarti harus punya rumahnya dulu, buat naruh pianonya, hahaha. 

4. What is your most favorite tv series so far?
Please don’t judge me.....Keeping Up with The Kardashians? Ya Allah, malu bok jawabnya. Jadi sampai akhir tahun lalu saya masih suka banget nonton Criminal Minds, terus waktu Asia’s Next Top Model Cycle 4 nyoba nonton dari episode 2 atau 3 gitu eh keterusan. Setelah habis, saya jadi suka nonton KUWTK soalnya penasaran apa sih yang bikin mereka terkenal banget. Buat saya, cara mereka untuk ‘sukses’ seharusnya bisa dipelajari dan diambil yang baik, terutama untuk menyebarkan positive vibes. Cuma sampai sekarang belum ketemu ‘apa’-nya, hahahahahahahaha payah ah. Oh ya, kemarin saya habis menyelesaikan Joanna Lumley’sTrans-Siberian Adventure, nonton di BBC Earth. KEREN GELAK. *catat itinerary-nya*  
(((lalu sadar pertanyaannya bukan yang sedang ditonton tapi most favorite tv series, tapi sudah terlanjur..)))

5. If you can choose a spouse from fictional character from a tv series/movie, who is the lucky one?
Masterchef Australia masuk fictional character engga? YA ENGGA LAH. Hiks sedih, saya lagi suka sama Matt Sinclair dari Season 8 nih. Yaudah kalau gitu Dr. Spencer Reid dari Criminal Minds aja, soalnya ya jelas: cerdas! Eh boleh satu lagi? Prince Liam Henstridge dari The Royals dong! FYI pemerannya ternyata pernah main di film favorit saya, The Chronicles of Narnia. Pantas kok rasanya mukanya familiar.....sok kenal banget sih, prim? Hihihi.

6. Would you like to tell me your way to watch an entire season of a tv series?
Applause for me, saya engga pernah ngabisin banyak waktu untuk nonton TV series. Basically I don’t really like series. Kalau orang bilang ‘ah masa sih kamu engga suka nonton drama Korea?’ NOOO. Coba cek aja, bahkan Descendants of the Sun pun saya engga nonton. Makanya waktu itu pernah nonton Cansu Hazal, ya Allah aku tersiksa sekaleee~ Cuma tahan lima episode kalau engga salah, apalagi TV Indonesia kan iklannya buanyak banget. Eneg deh. And then, saya merasa lebih seru kalau nungguin kelanjutannya besoknya, atau minggu depannya. Walaupun pernah geregetan waktu tahu Castle dan Beckett harus berpisah di Season 8, tapi saya selalu sabar menunggu episode berikutnya ditayangkan di televisi. Nunggu TV series aja sabar, apalagi nungguin kamu ngelamar aku mas.. #lah

7. What is your best treat to appreciate yourself after surviving the most depressing situation?
Makan es krim/pizza/cemilan penuh MSG yang banyak! Hahaha, engga sehat ya? Yang bisa terpikirkan sekarang sih ini. Tadinya pingin jawab ‘traveling’ tapi kayak sok iyes banget. Mungkin bisa juga nyalon (bukan nyaleg ya #krik), tapi belum nemu salon yang oke banget di Jogja. Manicure-pedicure juga udah dijadwalin tiap bulan, so pampering myself isn’t a ‘treat’ for me. Terus apa dong. Makan aja deh, itu jawabannya udah paling bener.

8. Mind telling me your motivational quotes/speech to boost up your mind, mood, and spirit?
Banyak! Coba baca post ini: Top Quotes for Strong Women. Ada satu lagi: 'the journey of a thousand miles begins with one step.' - Lao Tzu, terutama untuk mengingatkan diri sendiri agar tesis segera dimulai (dan diselesaikan!). Oh, and this (long) quote:


    “Dear Woman,
    Sometimes you’ll just be too much woman.
    Too smart, too beautiful, too strong.
    Too much of something that makes a man feel like less of a man,
    Which will make you feel like you have to be less of a woman.
    The biggest mistake you can make is removing jewels from your crown
    To make it easier for a man to carry.
    When this happens, I need you to understand:
    You do not need a smaller crown—
    You need a man with bigger hands.”
    ― Michael Reid

9. Do you believe in “pressure makes diamonds” kind of thing?
If so, then have I become diamond now? Think about the journey and life as a bunch of milestones, and to reach every milestone, you need to do a big leap. Sometimes the leap is so big until you feel like you are standing on the edge and have to burn the bridge. All you can do now is JUMP! Saya lebih percaya demikian.

10. Just use your imagination, why was Pluto being dropped out from the Milky Way?
Maybe he is being too naughty? *efek habis nonton Guffy dan Pluto di channel Disney*

11. I’d like to know your opinion about “feminism” as act of gender equality, please?

Ya Allah ini pertanyaan jawabannya bisa panjang banget. Suatu waktu ada bahasan tentang gender di kelas Isu Isu Komunikasi Kontemporer, dan saya sampai berapi-api memberikan pendapat. Daripada menjelaskan panjang lebar, gimana kalau baca artikel ini aja? Yang penting, saya percaya perempuan punya hak untuk melakukan apapun yang ia mau selama ia siap bertanggungjawab di hadapan Sang Pencipta. Hanya saya tetap merasa, sebenarnya setiap perempuan punya kemampuan untuk mencapai sesuatu yang lebih besar dari dirinya, namun kadang tekanan sosial dan lingkungan sekitar turut memberikan kontribusi dalam mengkerdilkan peranan perempuan. Cukup menjawab kah?

Now it’s time for me to make some questions and tag other blogger/friends.

Pertanyaannya adalah *drum roll*
1. Apa media sosial yang masih kamu pertahankan, dan kamu rasa you can’t live without?
2. Apa buku favoritmu sepanjang masa (bukan Al-Qur’an/Alkitab ya pastinya, itu sih engga usah disebut, hehe)?
3. Apa momen paling membahagiakan dalam hidupmu hingga saat ini?
4. Apa film paling jelek yang pernah kamu tonton setahun terakhir?
5. Kalau kamu boleh mengulang masa kuliah, adakah hal yang ingin kamu ubah?
6. Siapa blogger favoritmu (selain saya tentunya :p)?
7. Apa arti menulis/blogging buatmu?
8. Kalau suatu hari memoir hidupmu dibuat film, siapa yang kamu pilih untuk memerankan dirimu?
9. Apa lagunya Adele yang menurutmu paling galau dan bisa bikin depresi?
10. Seandainya kamu menjadi atlet, apa olahraga yang akan kamu pilih?
11. Bagaimana pendapatmu tentang ‘perempuan harus bisa masak’?

Dan blogger yang harus menjawab kesebelas pertanyaan diatas, adalah:
1. Kak Anissa Rizkianti yang chantique
2. Bumil Rosa Susan
3. Mahasiswa baru Hilda Ikka
4. Mbak blogger yang makin heits, mrs. Tiananana
5. Yang lagi sibuk skripsi, Erny Kurniawati
6. Kak Teppy yang sedang saya rindukan
7. Sepupuku yang lagi ribet, Intan Dzikria, semoga jadi hiburan buatmu

8. The multi-talented Nazura Gulfira
9. Yang baru aja jadi Duta Bahasa Jawa Barat, Safira
10. Dosen kece Mbak Ineee~
[don't forget to tag me on your post :))] 

Hmmm, siapa lagi, I will add more begitu ingat siapa yang pingin diajak. But for now, hope you enjoy my answers, and have a nice weekend! Mmuah!

Monday, February 9, 2015

Visiting Sampan Mimpi and Faculty of Medicine UGM

Kalau bicara tentang petualangan, itu artinya saya harus mengeksplorasi daerah baru di Jogja, sendirian. Hal ini cukup menantang mengingat budaya berlalulintas di Jogja dan Surabaya agak berbeda. Sudah tidak terhitung berapa kali saya mengumpat di jalan, yang pastinya selalu diikuti dengan istighfar banyak-banyak. Ampuni aim ya Allah..

Nah, senin minggu lalu, saya berpetualang ke galerinya Sampan Mimpi, di Jl. Pandeyan no.42 Ruko 1. Tempatnya persis utara XT Square, sebelah sate kambing Pak Man. Lama juga dari rumah saya, sekitar 45 menit. Apalagi saya berkendara dengan kecepatan sedang, sambil nyanyi-nyanyi gitu. Terus, di Jl. Gejayan saya sempat ketemu pemeriksaan motor. Aman, saya bawa SIM dan STNK, pakai helm standar, menyalakan lampu di siang hari; yang ga bawa cuma pasangan aja. Soalnya ga punya #SekalianTsurhatYes

Saya ke Sampan Mimpi untuk mengambil pesanan saya, hadiah kecil untuk teman baru-tapi-sebenarnya-sudah-lama-tahu, namanya Vini. Kebetulan Vini akan melangsungkan ujian pendadaran pada siang harinya. Jadi mau sekalian ketemuan gitu deh. Vini sendiri pernah menang giveaway yang saya adakan di blog saya yang lain, Helokim. Saat itu, saya bikin blogging competition tentang perawatan kulit untuk cowok. Dan Vini – yang ternyata mahasiswa FK UGM angkatan 2011 – berhasil memenangkan hati saya karena penjelasannya yang detil. Ya ampun, itu tahun 2013 aja lho. Waktu memang berlalu begitu cepat yaaaaa.

Kembali ke Sampan Mimpi, creative merchandise shop ini didirikan oleh kenalan saya, Asa, dan pacarnya, Dipa. Saya kenal Asa dari Indonesian Hijab Blogger (IHB) regional Jogja, dan waktu kopdar perdana Desember lalu, saya menangin DUA purse dari Asa/Sampan Mimpi. Hihihi. Style Asa dalam hasil karyanya cute dan chic gitu, pemirsa. Bahkan beberapa teman-teman IHB mengaku kalau mereka anaknya ‘asa banget’. Lucu gitu maksudnya :p Produk Sampan Mimpi juga udah lumayan banyak, tapi yang paling terkenal ada bantal karakter dan cushion (bantal kotak). Dari pengamatan saya sih paling pas buat hadiah pernikahan atau anniversary. Nah, menurut Asa, baiknya pilih yang kotak soalnya sarung bantalnya bisa dilepas untuk dicuci. Saya sih naksir sama tote bag-nya, kalau mau pesan gambar juga bisa, harganya pun affordable – Rp. 85.000.

Selain produk fisik, Asa juga melayani orderan header buat blog, dan untuk lebih jelasnya kamu bisa tanya-tanya lewat line: asakecil. Seneng deh lihat teman masih muda tapi sudah mencoba berbisnis. Oya, Asa lagi cari karyawan yang bisa bantu jaga toko, soalnya Asa kan mesti fokus sama produksi. Tolong bantu Asa ya teman-teman, siapa tahu ada yang lagi cari kegiatan juga ;)



 

 
 
 
 
 
 
 
 
ini buat Viniii ;)
Sepulangnya dari Sampan Mimpi, saya berkendara ke arah UGM. Kayaknya saya sempat nyasar, pokoknya lama banget baru nyampe UGM. Ngapain ajeee Prim. Setelah puter-puter di seputaran FK UGM buat nyari tempat parkir, ya ampun ternyata kudu parkir di FKG, saya milih parkir di masjidnya FK UGM. Sebenarnya teman saya sudah bilang sebelumnya, tapi ngotot juga sayanya, siapa tahu ada tempat parkir yang lebih dekat. Huahahaha.

Namanya juga alumni UB, di komplek FK UGM, saya berasa kayak orang udik dateng ke kota. FK UGM luas banget yaaa, kalau ditotal jarak dari FK ke FKG di UGM, sama dengan dari gedung FK ke Ruang Kuliah Bersama (RKB) di UB. Kalau kayak gini mestinya anak FK kurus-kurus dong ya, banyak jalan kaki. Tapi itu tidak penting untuk dibahas, karena yang penting kapan lagi saya bisa ‘iseng’ main ke FK UGM :)))

Alhamdulillah, dik Vini dapat A buat skripsinya. Alhamdulillah bertambah lagi teman saya, apalagi salah satu teman Vini, namanya Ratna, ternyata pernah hadir di World Muslimah Forum. 

ki-ka: Saya. Vini, Ratna.
That’s why I can’t wait for getting back to school soon. New friends, new experiences. Hi Jogja, please be nice to me ;)

Lots of love,
Prima

Tuesday, September 2, 2014

From Hockey to The Most Talented Muslimah: Al Khansa Shalihah

"Aku tidak brilian. 
Aku hanya orang yang selalu bangkit tatkala mengalami kegagalan." 
- Al Khansa Shalihah

Saya pernah baca di sebuah artikel di blog Teh Febrianti Almeera (@pewski), bahwa sebenarnya kita sering terkungkung dengan batasan istilah 'prestasi'. Kita pikir yang namanya prestasi atau pencapaian haruslah diakui orang lain, dengan sebuah plakat, piala, atau gelar.

Padahal, terkadang prestasi itu sesimpel bisa menjaga sholat Tahajud setiap hari selama sebulan, bisa menyisihkan beberapa persen dari gaji untuk disedekahkan kepada panti asuhan dekat rumah... Ya, kadang kita 'malu' mengakui bahwa kita telah menang melawan rasa malas, rasa kikir, apapun itu :)

Pelajaran ini saya dapat dari membaca cerita Kak Ocha (@alkhansas_) di buku Hijablicious (udah pada baca review saya kan?).

Kak Ocha dan buku Hijablicious
Di buku ini, Kak Ocha yang pernah bersekolah di Amerika Serikat menceritakan kisahnya dalam mempertahankan hijab dan mencoba memahami persahabatan antarbudaya.

Nah, kali ini saya berkesempatan untuk mendapatkan cerita lain, langsung dari jari-jari (soalnya interview-nya by email, hehe) Kak Ocha yang pemenang The Most Talented World Muslimah Beauty 2012 ini. Langsung baca deh! ;)

Prima (P): Apa yang memotivasi Kak Ocha untuk mengikuti World Muslimah Beauty?
Ocha (O): Pada dasarnya aku memang orang yang senang untuk menantang diri aku, dan selalu ingin mencapai sesuatu. Mungkin memang naluri dari sananya kali ya.. Aku suka sesuatu yang menantang dan tentunya bisa mengasah diriku. Aku ingin juga bisa melihat dunia dari berbagai sudut pandang, menambah kekayaan pengetahuan, dan tentu saja menambah kenalan untuk silaturrahim. Selain itu aku juga ingin membuat keluargaku bangga.. Terakhir, ingin bisa berbuat ‘sesuatu’ untuk masyarakat (waktu aku aktif di WM dulu, beberapa kali memang melakukan kegiatan sosial yang bisa membuka mataku, dan membuatku semakin mensyukuri hidup dan bertekad meningkatkan kualitas diri agar bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak).

Kak Ocha bersama Sang Bunda tercinta :')
 
P: Apa saja persiapan yang Kak Ocha lakukan sebelum mendaftar World Muslimah Beauty?
O: Nggak terlalu banyak persiapan khusus.. Karena persiapan itu semua sudah dilalui semenjak aku SMP, dimana disana aku berjanji pada diri aku untuk melakukan apapun sebaik mungkin, termasuk belajar dan mencari pengalaman.. Sehingga saatnya WM diberlangsungkan, persiapan yang dibutuhkan pun seperti tinggal memoles aku yang sudah ada. Karena menurutku WM itu merupakan sebuah wadah di mana kamu bisa mengaplikasikan pengalaman-pengalaman hidupmu, dan ‘elevate it into something more’. Kamu ya kamu. Cerita kamu dan perjalanan hidup kamu berbeda dari yang lain, and that what makes you special. Intinya adalah bagaimana kamu bisa ‘embrace’ diri kamu menjadi versi terbaikmu, dan berikan yang terbaik pada kegiatan pemilihan WM ini.. Saat itu juga mungkin aku banyak berlatih untuk meningkatkan kepercayaan diriku :)

P: Dan apa saja persiapan yang Kak Ocha lakukan sesudah terpilih menjadi semifinalis/finalis?
O: Nggak ada.. Hehehe. Karena saat itu aku sedang hectic mengurusi organisasi hockey aku.. jadi nggak bisa persiapan banyak. Mungkin persiapan teknis kali ya, seperti perlengkapan-perlengkapan yang harus dibawa. Just enjoy the ride and give my best :)
 
P: Apa hal terberat selama mengikuti karantina World Muslimah Beauty?
O: Hal terberat datang dari diri sendiri, di mana kita dihadapkan dengan kontestan lain yang keren-keren, sehingga nggak jarang aku merasa minder. Tapi itulah. I tried to overcome my fears, dan satu hal yang aku pelajari adalah.. Terkadang kita itu jatuh karena ketakutan kita sendiri yang nggak berdasar, dan kita yang memandang rendah diri kita sendiri. Trust yourself that you are good enough.  

Para finalis World Muslimah Beauty 2012
 
P: Dan apa hal terindah yang bisa Kak Ocha kenang dari ajang mengikuti World Muslimah Beauty?
O: Semuanya :) Mulai dari karantina, malam final, hingga kehidupan setelahnya. Ini seperti life changing experience yang Allah hadiahkan untuk aku dan teman-teman.. Tapi yang paling memberiku semangat baru adalah ketika tampil di malam final, saat sedang perform talent show. Saat itu aku main hockey dengan heels 15 cm dan melakukan demo permainan hockey. Senang banget, karena salah satu cita-citaku tercapai.. Yaitu memperkenalkan hockey ke masyarakat luas karena banyak dari orang Indonesia yang masih awam dengan olahraga ini. Dan untuk memenangkan gelar karena olahraga ini, menjadi sesuatu yang nggak terlupakan bagiku :)

Wah, Kak Ocha main hockey on stage!

P: Sebagai atlet, Kak Ocha menuliskan bahwa menang-kalah dalam pertandingan itu biasa. Tapi, apa sebenarnya arti 'kemenangan' untuk Kak Ocha?
O: Menang itu ketika kita merasa usaha kita nggak sia-sia, dan kita tetap walk out of the field feeling grateful and loved as it seems like we just won the first place trophy. Aku dan timku pernah beberapa kali dibantai dalam pertandingan oleh tim-tim papan atas, namun kami keluar lapangan dengan hati yang lega dan bahagia. Karena apa? Karena kami bermain dengan sekuat tenaga, bersungguh-sungguh, dan nggak menyerah sampai peluit terakhir ditiupkan. Pernah kami menang, tapi ketika kami merasa permainan kami buruk, kami tidak terlalu bahagia dalam perayaan. Karena menang itu adalah ketika kita merasa telah melakukan sesuatu sebaik mungkin (dan kita tau kita memberikan yang terbaik), nggak peduli dengan bagaimana hasil akhirnya/ bagaimana penilaian orang. The most important thing is how we carry ourselves into the game. Dan tentu saja kemenangan yang berarti itu adalah ketika team work lebih mendominasi dibandingkan one man show :)
Artikel tentang tim hoki-nya Kak Ocha di koran.
Kak Ocha beraksi di lapangan. Keren yes ^^

P: Menurut Kak Ocha, apa yang membuat seseorang dapat memenangkan World Muslimah Award?
O: Mereka yang percaya bahwa mereka bisa menang. Simple :)

P: Boleh tolong beri sepatah dua patah kata, untuk menyemangati muslimah, agar mereka pede ikut World Muslimah Award?
O: You are you, and no one can take that away from you.
You have got to believe that you have the power within you, to do whatever you desire to do. “Let your faith be bigger than your fear”
See?
Ga susah kan untuk ikutan World Muslimah Award? So, tunggu apa lagi? Daftarkan dirimu disini. 
 
Lots of love,
Prima

**I have registered myself on World Muslimah Award. If you want to support me (please!), you can vote me here (below my profile video). Many thanks! ;) 

***Pic source: Dokumen pribadi Kak Ocha, makasih Kak atas waktunya :D

Wednesday, June 11, 2014

Hijabead: Giving You Hijab Shopping Experience Like Never Before

It's a Wednesday and as usual, I am busy like a bee.
Jadi inget ayah saya pernah bilang, “kamu ini, muter terus kayak gasing. Engga capek?”
Sayanya cuma nyengir sembari menjawab, “anak ayah ini, kalau ga ada kerjaan, malah pusing.” Hehe.

Ngobrolin tentang wanita sibuk, saya juga punya salah seorang teman dekat yang sejak awal kenal sampai sekarang masih terus bikin saya kagum. Energinya kayak ga ada habisnya, setiap saya ketemu selalu ada inovasi dari karyanya. Dari mulai jadi duta wisata, menjadi MC (Master of Ceremony), punya bisnis sepatu yang berskala internasional...dan sekarang, kakak cantik ini menggebrak dengan produk terbaru. Satu produk yang unik banget dan insyaAllah akan banyak dibutuhkan terutama oleh muslimah kece seperti kita ;)

Mbak Primi, saat masih menjabat sebagai Duta Wisata Kota Malang ;)

Tuesday, February 18, 2014

More Than Just a Piece of Praying Dress

Assalamu'alaikum Wr. Wb,

Gimana kabar Selasa ini, Sister?
Prima di Surabaya alhamdulillah keadaan makin baik.
Sempat kaget lho hari apa itu ya, Sabtu (?) bangun pagi ngeliat halaman dan motor udah berselimut debu. Duh, sedih dengar kabar bencana alam ini, mudah-mudahan semua saudara-saudara kita dijaga oleh Allah ya..

Nah, ngomongin tentang bencana alam, banyak pihak di sekitar kita langsung sigap untuk mengoordinir dan menyalurkan bantuan ke titik-titik bencana. Barang-barang yang paling dibutuhkan biasanya masker, obat-obatan, bahan makanan, pakaian layak pakai, dan lain-lain. Tapi ada juga lho yang agak terlupakan, yaitu...alat sholat.

Kebetulan, Prima 'menemukan' seorang teman yang ternyata sudah mengantisipasi hal ini.
Yup, ibu satu anak yang masih super kece ini menggagas program #SodaqohMukena, yaitu sebuah program pembagian Mukenah ke masjid-masjid di berbagai pelosok di Indonesia.

Langsung kenalan aja yuk, sama sister kita kali ini, here we go.. Yohana Larasati ^^/

Thursday, January 9, 2014

#1Hari1Ayat: My Hijrah Story - 'Cause the World is Too Small Compared with His Heaven




Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. [Al Ahzab (33): 43]
*****
Assalamu'alaikum saudara-saudariku,

Kali ini saya, melalui blog Prima, mengisi kolom Sister to Sister dengan satu cerita spesial. Mungkin bagi teman-teman yang membacanya akan terasa biasa saja, tapi bagi saya yang mengalami sendiri, saya selalu merasa bahwa saya sangat-sangat disayang oleh Allah. Maka dari itu, saya ingin sekali membagi cerita ini kepada lebih banyak orang.

Betapapun saya telah berlumur dosa, Allah masih memberikan waktu, dan terlebih lagi, melimpahkan kekuatan agar saya berani melangkah ke arah kehidupan yang lebih baik. Hijrah, kata Prima.

Thursday, January 2, 2014

Candy Candy and the Story of Her Adventure

Assalamu’alaikum Sister ^^
(eh ntar ada yang protes apa blog-nya cuma buat perempuan aja? Engga dong, insyaAllah membawa kebaikan buat semua ya ;))

Setelah sekian lama saya tidak menerbitkan tulisan edisi Sister to Sister dengan alasan klasik (ho oh, sibuk), now we’re back!!!

Tahun baru, semangat baru dari sister-sister yang kece, keren, dan insyaAllah, sholehah ^^

Kali ini, ada seorang sister (yang kebetulan berulangtahun hari ini – Yaaay, Happy Birthday and all the best, sist! ^^), sahabat dekat saya beberapa tahun terakhir ini, dan kami pertama kali kenalan di…kereta! Hihi, sama-sama ceriwis, jadi ga susah buat memulai ngobrol dan akhirnya keterusan suka sharing sampai sekarang.
Cerita pertemuan kita kayak gini lhoh.. lupakan sponsornya :p

Sedikit cerita tentang sist Yanny (@yannyhariati) – begitu saya biasa memanggilnya – dia ini adalah pemilik dari Lumpia Soehat (@lumpiasoehat), yang berasal dari Malang. Lumpia Tuna-nya enak banget lho (favorit saya). Kalau sister lagi mau ke Hypermart di Royal Plaza (Surabaya), bisa nyobain di stall yang tepat disamping pintu masuk Hypermart. Kalau di Malang, ada di Basement MOG. Cuss deh.

Selain sibuk memastikan mutu dan kualitas lumpia agar semakin baik di tahun 2014, sist Yanny sedang mencoba satu bisnis baru nih. Especially buat para partisipan #MenulisMuharram, sister satu ini adalah supporter buat hadiahnya lho. Yup, Kelana Scarf (@KelanaScarf) itu punya dia. Hoho, udah baik banget ya dia, mau bantuin saya kasih hadiah buat sister ^^

Nah daripada menerka-nerka seperti apa sih sahabat saya ini, langsung simak aja interview saya dengan Yanny Hariati.

Friday, October 18, 2013

The Magical Hand



Halo halo apa kabar semua? ^^

Saya baru aja punya sedikit tenaga untuk menyeret badan ke depan laptop, setelah seharian fingsan karena pengaruh obat yang harganya bisa dipakai buat beli tas Zara. HIKSSS. Kena infeksi paru-paru nih pemirsa, meski penyebabnya belum begitu jelas. Well, kado ulang tahun yang sangat berharga nih ya, ngingetin kalau udah tua harus lebih jaga kesehatan :)

Anyway, saya genap berusia 25 tahun tanggal 10 Oktober kemarin. Nggak ada perayaan gede-gedean *yaeyalah emang lu siape prim* cuma makan malam dan nyempetin main sebentar sama ayah dan keluarga. Iya, itu dalam keadaan suara yang habis-bis jadi kemana-mana ngomong pakai bahasa isyarat. Untung waktu ke Bali udah lumayan keluar suaranya. Meski pada akhirnya ga jadi bawa pulang buleleng, tapi lumayan membantu lah ya bo’ daripada dikira ini cewek kesian amit.. Haha.

Kali ini saya belum akan bercerita tentang Bali adventure karena meski cuma satu setengah hari disana tapi pengalamannya begitu ruarrr biasa; tapi masih ada hubungannya sama ulang tahun saya dong.

I got a surprise gift from an old friend \^^/

Jadi si mbak heits Lala kapan hari mejeng kolase gitu, dan karena cantik banget, saya minta sama Mar (atau Kiki, atau Tja) untuk bikinin kolase buat Helokim. Nanti kapan-kapan ditunjukin deh. Hehe. Setelah Helokim, saya udah langsung mencanangkan bahwa Kikimartja ini harus bikin header blog saya. Yup, header yang kece badai ini adalah hasil dari magical hand mbak Kikimartja, hoho. Nah, karena saya pingin punya kartu nama yang temanya serupa, saya minta dese untuk kasih sentuhan ke header blog saya supaya bisa jadi kartu nama, dan jeng-jeng ini dia hasilnya.

Proses bikin kolase/header/kartu nama/undangan nikahan (belooom sih ini, hahaha) sama Kikimartja ini cukup mudah. Cukup sebutkan 3 permintaan (kayak ngomong sama jin botol yak :D) maksudnya 3 poin yang dimau. Misalnya untuk header saya itu: romantic, sweet, kupu-kupu plus ada sentuhan tosca. Dan jadilah demikian~

Nah, sehari sebelum ulang tahun saya, Kiki bikin kolase as a birthday gift, dan pas ngeliat ini, mata saya berkaca-kaca.. She just can read my mind. Can you see the books and the girl looking up in the air? It’s just sooo me.. dan kata-katanya juga pas banget buat saya yang mau ngibrit ke Ubud :D

Selain itu, setelah ngobrol-ngobrol, ditemukan kenyataan bahwa ternyata kita berdua pernah sekolah di sekolah yang sama, tepatnya SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Lucu ya jaman sekarang karena ada internet, dunia jadi makin sempittt. Semoga dengan perkembangan internet juga bisa mempertemukan saya dengan belahan jiwa saya, mas Putra Mahkota Dubai *halah*

Karena rasanya kurang afdol kalau belum mengulik kisah hidup *tsaaah* perempuan kreatip penggila Girls Generation satu ini, yuk langsung kita todong saja. Maapkeun ya pemirsa, dese orangnya pemalu abis jadi interpiu-nya kurang panjaaang dan lamaaa. Hehe.

Prima: sejak kapan suka bikin kolase?
Kiki: sejak SMP suka gunting, potong, temple gambar dan artikel dari majalah, koran, dan sebagainya. Sampai kuliah juga sering bikin moodboard. Kalau digital collage baru setaunan ini.

Prima: inspirasi untuk bikin kolase dapatnya dari mana? Dari kenangan sama mantan? *ditiban Kiki*
Kiki: dari buku cerita, terutama buku cerita anak-anak. Yang lain random aja, kadang lihat apa, terus coret-coret deh, ntar kalau ada waktu di rumah baru dibikin benerannya. Akhir-akhir ini sih dari suasana hati, atau dengerin curhatan teman *waaa hati-hati temannya Kiki ya* :)))

Prima: eh denger-denger sebelumnya kerjanya ga berhubungan sama dunia art ya?
Kiki: iya aku dulu dosen muda, di sebuah fakultas hukum di universitas di Jogja..

Prima: dari Hukum, ke bikin kolase.. kayaknya jauh banget Ki?
Kiki: iya sih, nyadar juga kalau yang sekarang ini ga sesuai dengan keilmuan. Dulu sempet nyoba wiraswasta, tapi ga telaten, jadi nyoba kerjasama dengan teman-teman di bidang kreatif.

Prima: terus, terus. Gimana rasanya kerjaan yang sekarang ini?
Kiki: buat aku sih, penting ya ngejar passion. I’m blindly chasing it. I don’t know whether it’s wrong or right, tapi pasti ada progress dari proses kalau kita (ngerjainnya) sepenuh hati.

Prima: *manggut-manggut*terus rencana kedepannya gimana Ki?
Kiki: masih jauh banget dari berhasil, tapi setiap hari selalu ada project yang dikerjakan. Ada yang rutin, ada juga yang tidak terduga. Tapi semuanya masih masuk ke passion aku. Misalnya, bikin property pesta, paper silhouette, gambar mural dan chalkboard, ada juga bikin frame buat souvenir, bahkan ngajar gambar.

Tuh kan, sebenernya ngobrol sama Kiki ini seru banget pemirsa. Tapi berhubung dia lagi sibuk banget sama satu project yaitu bikin kafe, terpaksa pembicaraannya dilanjutin kapan-kapan deh. Mudah-mudahan next time ke Jogja bisa ditraktir di kafenya ya Kikiii *dikeplak* :D

Have a nice weekend, everybody!

Love,
Prima

Kalau mau lihat lebih banyak kolasenya Kiki, bisa kesini --> http://martja.tumblr.com/ atau follow aja Twitter-nya @kikitja ;)


Friday, September 27, 2013

Crispy Wings and Golden Flowers



Time flies like whuuushhh ya teman-teman, ga kerasa besok udah sabtu lagi aja.
Hope everyone have a nice weekend so we’ll have enough energy to start the next week with smile and spirit ^^

Anyway, welcome to the first post of Sister to Sister. Saya senaaang banget akhirnya bisa merilis yang pertama ini, dan semoga bisa terus berlanjut ya. Di section ini, saya mengundang teman-teman saya, saudara seiman yang sudah mengambil komitmen untuk berhijab, dan tetap berkarya sesuai passion-nya masing-masing.

Apakah semua narasumber harus berhijab?

InsyaAllah iya, meski saya pun juga sudah mengantongi beberapa nama yang saat ini baru dalam proses belajar berhijab. Kenapa? Karena kita semua insyaAllah selalu belajar untuk bisa istiqomah ke arah sana, kan?

Hijab pengingat kita untuk terus memperbaiki diri, hijab yang menjadi cerminan perilaku diri.. sempurnakan hijabnya, istimewakan akhlaknya.. -@HijabAlila

Tamu pertama kita adalah teman SD saya. Namanya Dina Nur Fitriana, dan dua tahun terakhir ini ia membuka usaha restoran fast food My FastChicken. Yuk simak obrolan saya dengan pengantin baru ini..


Prima: Din, din.. Boleh tahu dong, kenapa sih milih fried chicken untuk bisnis kuliner?
Dina: Jadi, tujuannya sebenernya pengen nyaingin merek-merek non-lokal, dan ikut meramaikan merek-merek lokal yang sekarang sudah lumayan marak.. Terus karena ibu juga suka masak, jadi resep-resepnya dari ibu.. Sebelumnya enggak punya pengetahuan tentang resto, jadinya semua kudu belajar dari awal.. Kalau alasan utamanya ya, makanan kan salah satu kebutuhan primernya manusia.. pengennya selalu menyediakan makanan yang halal, thoyib, bergizi.. dan dengan harga yang engga mahal. Jadi, semua kalangan bs merasakan..

Prima: ohhh.. tapi kira2 kedepannya nanti pingin ekspansi My FastChicken dalam bentuk franchise, atau resto yang lain?
Dina: pengennya sih franchise, cuma bentuknya si pemilik franchise juga ikut belajar/terjun di dalamnya.. ga cuma support dalam bentuk investasi..


Prima: terus mas suami ikut bantu juga ya di My FastChicken?
Dina: Iya setelah nikah ya juga bantuin My FastChicken juga hehe. tapi ini aslinya bisnis keluarga besar kok, ma..

Prima: Eh tapi Dina juga punya bisnis busana muslimah dan mukenah ni ya, yang namanya Nanoor itu.. kalau dibandingin sama My FastChicken, mana yang lebih prioritas?
Dina: Insya Allah dua2nya utama,, soalnya kalau fashion hobby.. nanti one day pingin produksi sendiri.. tapi kalau sekarang masih kulakan dari beberapa supplier..


Prima: Amiiin, amiiin. Ngatur waktunya gimana tuh..
Dina: kalau OLshop kan alhamdulillah bisa sambil jalan.. via internet, bbm.. jadi bisa jalan dua-duanya deh.. pilihanku itu food & fashion karena menurutku jadi lahan bisnis yang bisa diambil bukan cuma karena profit aja, tapi lebih ke gimana dengan food&fashion kita bisa berdakwah...

Prima: keren.. sipsip.. terus Din, utk berbisnis sama suami nih menurut Dina, kendala dan tantangannya gimana?
Dina: haha.. justru klo pengen bisnis makin sukses, suami istri kudu bersinergi *ciee bahasanya... saling kasih ide/masukan, saling support, link makin banyak.. jadi makin romantis lah.. hihihi

Prima: aseeek, jadi kalo berbisnis sama suami justru makin mempererat hubungan ya?
Dina: betulll…

Prima: masukan yg bagus ini buat pasangan2 muda. tapi kalau dari Dina, kenapa sih sebaiknya perempuan tetap punya penghasilan sendiri? istilahnya ga cuma jadi ibu RT aja gitu..
Dina: bukan di penghasilannya si sebenernya.. kalau kata suami, istri juga harus berkarya.. kalau di rumah aja, pasti ada pikiran2 aneh suami kemana, atau nanti klo ada apa-apa sama suami (yaa walaupun ga berharap begitu), istri bisa cari solusi.. tapi tetep nanti kalau udah punya anak, ngedidik anak jadi hal yang utama, makanya belajar bisnis supaya nanti bisa jalan dua-duanya hehe

Prima: nice, enak ya suaminya juga memang dukung dari awal, alhamdulillah.. Oke deh, terakhir nih, kalau kata Dina sebagai pemilik bisnis mukenah, idealnya tiap muslimah punya berapa buah mukenah?
Dina: sebenarnya dalam shalat kita ngga diharuskan memakai mukena.. asaal.. pakaian yang kita gunakan untuk shalat itu prinsipnya spt mukena.. menutup seluruh aurat, tidak menampakkan lekuk tubuh, tidak transparan, dan lain-lain..
juga harusnya pakaian dalam shalat itu menutupi bagian atas telapak kaki kita
tapi di Indonesia kan masih banyak yang dalam berpakaian sehari-hari belum memenuhi syarat untuk dipakai saat shalat.. jadi, ya perlu mukena..
nah, mukena yg kita pake kan kudu bersih. Masa menghadap Allah pakaian kita berjamur, bau, atau penuh noda.. brrti ada kalanya mukena harus dicuci. Jadi, lebih baik ya punya lebih dari 1.
Juga kalau ada tamu datang ke rumah, lalu masuk waktu shalat, kita kan juga harus mengajak tamu untuk shalat dan menyediakan mukenanya..  
In my opinion, minimal 3 buah itu sudah baik..
 
ini cantik bangettt..
Kalau untuk tips merawat mukenah, ini..



Prima: wah, lengkap banget.. Makasih ya Din, semoga lancar dengan bisnisnya..
Dina: Makasih juga, oya kalau mau mampir ke My FastChicken boleh banget.. Kalau pas ada aku, bilang ya kalau baca blognya Theprimadita atau Rahma, nanti aku kasih voucher selama persediaan masih ada..

Alamat My FastChicken: Jl. Jawa No. 5 Buduran
Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61252

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...