Monday, January 12, 2015

#1Day1Dream: Michelle Phan

Pic from here.
Michelle Phan.

Rata-rata perempuan pasti pernah mendengar namanya. Beauty guru dengan lebih dari 7 juta (!!!) pelanggan di channel YouTube-nya.

Saya teringat salah satu blog post saya tentang video Michelle beberapa waktu silam, sssttt video itu adalah satu-satunya video Michelle yang pernah saya tonton.

Yep, as some of you know that I’m not really interested with make up. Meski saya sekarang mulai terbiasa pakai pensil alis dan eyeliner, saya ga pernah punya niatan untuk belajar make up lebih dari itu. Bahkan, hadiah make up palette seharga Rp. 750.000 dari Wardah, yang saya terima karena menjadi finalis World Muslimah Award, belum pernah saya buka. Ada yang berminat untuk beli? Nego tipis, gan.. #eh 

Kembali ke Michelle. Meski saya tidak tertarik dengan video tutorial makeup-nya, saya sering baca artikel-artikel di website-nya. Sebenarnya sih kebanyakan artikelnya menarik dan ditulis seperti di majalah, tapi entah kenapa saya pikir bukan dia sendiri yang nulis. Hahaha. *ditendang fans Michelle*

Di video itu, Michelle membuka kisah tentang keluarganya yang cukup pilu. Tentu saja hal tersebut membuat saya tersentak. Selalu ada kisah tragis dibalik kesuksesan seseorang. Tapi dia bisa bangkit, dan justru menjadikan keadaan keluarganya itu sebagai motivasi untuk terus maju. Now, look at her, we might never thought that she has ever been a homeless.

Melihat kisah keluarga Michelle, terang saja saya menjadi banyak bersyukur. InsyaAllah keadaan keluarga saya jauh lebih baik dari Michelle. Artinya, saya juga bisa sesukses dia. Saya hanya harus bekerja lebih keras. Someday, I’ll find my way to shine.

Lots of love,
Prima

#1Day1Dream: Andra Alodita

Pic from here.
Saya memikirkan beberapa sosok ketika hendak menuliskan blog post satu ini. Tentunya, sosok ‘terkenal’ itu kan personal sekali. Bisa jadi seseorang ini buat saya terkenal, hebat, emejing; tapi ada aja orang yang belum pernah dengar namanya. 

But it’s okay. Let me start this batch with one name: Andra Alodita.

For me, she’s almost perfect. She is pretty, has a career that she passionate about (my biggest dream!), has a supportive husband (my biggest dream number two!), and… one of the wisest person I have ever know. 

Kak Alo adalah seorang fotografer yang pernah bekerja di layanan fotografer pernikahan. Saya ‘mengenalnya’ dari sebuah artikel di majalah perempuan beberapa tahun yang lalu. Waktu itu Kak Alo merintis karir dari hobi fotografinya, dan baru saja dikenal karena hasil karyanya untuk sebuah acara fashion yang besar.

Kerennya, Kak Alo adalah seorang blogger. Blogger yang konsisten, dan punya bahasa sendiri yang unik dan menyenangkan. Sebagai seorang fotografer, tentu saja ia dikaruniai kemampuan visual yang hebat. Tapi ternyata, cara menulisnya yang ‘Alo banget’ justru mampu mendekati para pembacanya dengan sangat baik. Jujur saya agak kesel karena gara-gara ngikutin blognya jadi punya pikiran… apa sih yang Kak Alo ga bisa? Hihihi.

Bukan hanya itu yang membuat saya memasukkan Kak Alo di batch ini. Saya sudah pernah menulis tentangnya di blog post ini. Sejak saat itu, hingga sekarang ketika insyaAllah Kak Alo sedang dalam proses mewujudkan impiannya; saya mengagumi semangatnya yang luar biasa. Oke, impian terbesar Kak Alo adalah memiliki anak, yang sedihnya untuk dia, hal itu ga segampang kebanyakan orang lain.

Tapi, Kak Alo tetap percaya, dan mengusahakan langkah-langkah terbaik untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. If I were her, I’m not sure I can be that strong. But she still try, and fight for it. And, she still shares her stories with very positive attitude. 

Disinilah saya menjadi amat sangat yakin, Allah ga akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya. Ikhtiar, tawakkal, ikhtiar lagi, tawakkal lagi. Ah, malu rasanya sama kak Alo kalau saya masih suka ngeluh sama keadaan saya yang begini-begini saja. I feel like I haven’t work hard enough to take some rest. 

Kak Alo, thank you for the reminder. Baby-nya Kak Alo dan suami must be proud of you both! Semoga sehat terus sampai harinya melahirkan :)

Much much love,
Prima

#1Day1Dream: International Islamic Literature Festival

Ini salah satu sesi di Ubud Writers and Readers Festival, Bali. Pic from here.

Perkiraan Pencapaian: Agustus 2016

So... hello, how are you?

Ya ampun, saya ga nge-blog selama dua hari. Project manager macam apa saya ini? *tabokin diri sendiri*

Tadinya saya udah mau nge-post tentang hal ini pada hari Sabtu, untuk menutup cerita impian diri sendiri batch pertama. Tapi blog post-nya terlanjur saya tulis dalam bahasa Inggris. I would love to translate it… but, a project manager can be (super) busy too, right *excuse*

Beberapa hari ini saya berjibaku (halah) dengan berita-berita tentang islamophobia, angka kemiskinan dan kebodohan umat Muslim di dunia – but surprisingly, I also find myself observing about how Muslims show real good impact to the world with their business, policy, or ideas. Thanks to Fira (@Shaacchan) who helped me a lot ;)

Sebagai seorang muslim, saya sedih melihat keadaan ini. Saya juga amat sangat marah dengan orang-orang yang mengaku muslim tapi melakukan hal-hal mengerikan. Ya, saya tahu berjihad itu pahalanya sangat besar, tapi entah kenapa memerangi kaum non muslim secara fisik tidak pernah terbersit dalam pikiran saya.   

Di sisi lain, dengan semakin banyaknya berita tentang Islam, ternyata banyak pula orang yang semakin tertarik. Mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang ajaran Islam, orang-orang Islam yang berpengaruh – yang artinya mereka ada sedikit keyakinan bahwa Islam tidak seperti apa yang digambarkan oleh kejadian-kejadian buruk belakangan ini.

Sedihnya, terkadang mereka tidak mendapatkan apa yang mereka cari karena mereka tidak tahu harus bertanya ke siapa. Kebanyakan media memang menyudutkan islam dengan agenda setting mereka; kebanyakan orang Islam lainnya tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik – atau bahkan tidak memahami agama Islam itu sendiri - sehingga tidak dapat menjawab rasa penasaran mereka.

Maka dari itu, saya akan mengadakan event bertajuk ‘International Islamic Literature Festival’ pada bulan Agustus 2016. Saya akan membuat beberapa panel diskusi dimana para pengunjung (sasaran saya adalah non muslim dari berbagai negara) dapat menambah pengetahuan mereka tentang Islam, khususnya sastra, seni, dan budaya. 

Sastra, seni, dan budaya saya pilih karena ketiganya bisa menggambarkan keindahan islam. Di berbagai belahan dunia, dipercaya bahwa pada masa lampau, Islam disebarkan dengan pedang dan kekerasan. Sementara, kita sebagai umat Islam, tahu bahwa hal itu kurang tepat. Termasuk umat Islam di Indonesia yang tahu benar bahwa Islam disebarkan melalui akulturasi dengan seni dan budaya, yang diwakili oleh Wali Songo.

Event ini juga akan sangat berguna untuk muslim/muslimah muda yang ingin menemukan ‘jalan pulang’ – sebuah alasan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada agama Islam, serta bagaimana mereka dapat menjadi duta Islam yang menyiarkan Islam dengan penuh kebanggaan.

InsyaAllah, saya akan mendapat kesempatan untuk belajar bagaimana menyelenggarakan event skala internasional di Emirates Airline Festival of Literature 2015 di Dubai. Cuma, sampai saat ini, saya belum punya dananya untuk berangkat kesana. Doakan saya segera mendapatkan solusi ya, agar saya bisa melanjutkan perjuangan untuk ummat.

Bismillah.

Salam,
Prima

P.S.: saya menerima panitia dengan tangan terbuka, monggo yang mau ikut berpartisipasi boleh mengajukan diri ke email ya ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...