Wednesday, October 8, 2014

#1Hari1Ayat: Hey, Women!

O you who have believed, avoid much [negative] assumption. Indeed, some assumption is sin. And do not spy or backbite each other. Would one of you like to eat the flesh of his brother when dead? You would detest it. And fear Allah ; indeed, Allah is Accepting of repentance and Merciful.
(Q.S.Al-Hujuraat (49): 12)

Before I start spilling out what's on my mind, I just want to say... it's good to be home. Alhamdulillah.
If traveling means appreciating what you have back in your hometown, I would LOVE to do it more often. Yeah, you wish. Hahaha.

Something has disturbing my mind since like forever. Here, in theprimadita, I am trying to show the world that we, women, can inspire and encourage each other – while you might realize something big and disgusting is happening out there.

More and more women are judging each other nowadays.
 
Working mother vs Stay-at-home mother
Breastfeeding mother vs Non-breastfeeding mother
Married women vs Single women
Syar'i hijabers vs Non-syar'i hijabers

...and the list goes on..

Women, what's wrong with us???

Me myself, also often do it.
While I also understand that there is no ideal situation for each and every single of us.
If it's good for you, congratulation. 
If it isn't good for others, you don't have a right to criticize it.

What? You said it's because you care?
If you care, you better keep silent and pray for your sisters.

For Allah gives His bless to them.
For Allah – not you – knows better what's best for them.
For Allah will always show His careness with many forms that you might not imagine.

He loves your sisters for whatever reasons, why don't you?

Lots of love,
Prima

Tuesday, October 7, 2014

#ThePrimUWRF: Being an MC for Ubud Writers & Readers Festival 2014

Assalamu'alaikum, how are you today?

I just had an amazing week, and I have a lot of stories to tell. I don't even know which one I should share first.. Mind to help, what do you really want to know from my experience as a volunteer in Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)? ;)

Kalau manteman pingin jadi volunteer seperti saya, please please please arrange your time appropriately. Sibuknya tuh tentu saja dua kali daripada peserta, tapi kayaknya emang saya aja yang kurang cerdas ngatur waktu bertugas. Jadi selama enam hari di Ubud, foto yang sempat saya ambil ga nyampe lima puluh biji. Padahal kalau disempet-sempetin pasti bisa.

Terus, kalau mau main di sela-sela tugas, harus punya stamina yang oke. Hari minggu pagi setelah sholat Ied saya udah tepar dan harus dibantu obat pilek + tidur dua jam, baru suara saya kembali normal. Maklum ya bok, MC kondyaaang.. #KibasJilbab

Nah, sebelum makin penasaran, saya share cerita sedikit deh ya..

UWRF adalah sebuah festival penulis (dan pembaca) yang diadakan di Ubud, Bali – dan tahun ini adalah perayaan kesebelas. Dulunya, Ibu Janet DeNeefe, pendiri UWRF menyelenggarakan UWRF sebagai 'obat' pasca Bom Bali, agar para turis mau datang kembali ke Bali. Ternyata animo turis mancanegara akan acara ini berkembang, hingga di tahun ini ada sekitar 150 (!!!) orang penulis dan seniman yang ambil bagian.

Selain peserta, manteman juga bisa datang ke UWRF sebagai volunteer dan panelis. Sssttt, tiap tahun mereka mengundang para penulis muda untuk berpartisipasi di berbagai sesi lho. Tapi berhubung saya baru 'lulus' sebagai seorang volunteer, saya bagi cerita volunteer aja lah yaaa..

Sebagai seorang volunteer, manteman diharapkan memiliki komitmen untuk ikut menyukseskan acara ini. Ada berbagai divisi yang bisa dipilih, dan tenang.. Hampir semuanya akan memberikan pengalaman berharga. Kenapa pakai hampir? Karena beberapa divisi yang khusus membutuhkan minat dan skill yang khusus juga. Hehehe.

Saya sendiri sebenarnya melamar di divisi (kalau ga salah ya) International Media Liaison, Book Launch, terus satunya lupa. Gatau kenapa, Assistant Volunteer Coordinator yang menggemaskan, kak Paris, malah menyuruh saya jadi MC. Pada percakapan via telepon, saya pikir iyain aja deh. Daripada ga diterima di divisi yang lain, kan sedih tuh.

Setelah saya konfirmasi ke kak Paris, katanya, kalau dari percakapan telepon sih, pronunciation saya lumayan bagus jadi 'wah kayaknya cocok nih buat jadi MC'. Terrrnyata saya medok ya kaaan, jadi kak Paris dan kak Ochie (Volunteer Coordinator) agak nyesel. Hahahahaha. Engga lah ya ampun, kalau ga percaya tonton deh video profil saya. Engga medok kan, kan, kan :)))

Singkat cerita, berangkatlah saya dengan membawa empat pasang sepatu, dua set kebaya, dan baju-baju yang 'pokoknya penampilan banget deh'. Yah walaupun ntar ngemsinya parah, kalau penampilannya oke, kan keliatannya jadi ga ancur-ancur banget gitu ← logika ngaco :p

But really, THANK YOU SO MUCH KATE (MC Coordinator), I LOVE YOU!!! Jadwal saya tuh enak banget. Isinya makan-makan, yoga, makan-makan lagi, beberapa sesi biasa, dan makan-makan lagi!!! Yang terakhir bahkan makan-makan sama suhunya, Pak Bondan Winarno. What what, I was so lucky, I know!

Jadi, selain makan-makan gratis, apa sih tugas MC yang sesungguhnya?

Secara garis besar, tugas MC adalah membuka dan menutup sesi; memastikan acaranya berjalan tepat waktu dan baik-baik saja; dan mengatakan hal-hal yang dibutuhkan, misal: matiin flash kameranya yaaa, silent-in hp-nya yaaa, terima kasih untuk venue-nya yaaa, pokoknya gitu-gitu.

Selama sesi berlangsung, biasanya sih kalau Special Event (yang makan-makan itu), MC bisa ikut ngobrol sama pembicara dan audiens.. That's why, here, you need to speak English well. At least bisa ikut nimbrung deh, lagi ngomongin apa sih..

Waktu sesi bersama Robyn Davidson (Tracks movie [2013] starred by Mia Wasikowska is based on her novel), saya sharing sama Robyn dan Rosemary, moderatornya, tentang blogging dan social media. And you know what.. Para peserta yang duduk sama saya, engga ngerti tentang Instagram lho. Hihihi. Jadilah kita bahas tentang teknologi dan kaitannya dengan industri penulisan :D

Itu baru salah satu contohnya sih.. More stories coming soon, but for now, please let me have proper sleep.. See ya at the next blog post! ;)

Love,
Prima
With Robyn Davidson, and Pak Bondan Winarno :)

Friday, September 26, 2014

Puisi Senja (1)

(Poetry below is written by me,
above image captured by @ekky_akbar (on Instagram) - 
Follow him for more amazing pics about sky and so on ;))

Sini, duduk bersamaku
Akan kuceritakan tentang hidup dari sudut pandangku

Tenang, ini takkan lama
Biasanya aku segera lumat ditelan masa
Bahkan seringnya tak sempat menyempurna

Meski demikian, aku percaya
Tuhan selalu punya jalan-Nya
Jangan kecewa
Karena mungkin esok hari aku diizinkan lebih merona

Tunggu, aku belum sempat bertanya.
Namaku senja,
Namamu siapa?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...