Wednesday, October 22, 2014

#ThePrimUWRF: Q & A about Being a Volunteer

Setelah tahun lalu saya menjadi peserta UWRF, tahun ini saya mencoba peruntungan untuk menjadi volunteer. Awalnya, saya pikir melamar sebagai volunteer sangatlah mudah, toh namanya juga volunteer: tidak digaji dan tidak ditanggung akomodasi atau transportasi-nya; it supposed to be easy.

Saat mendaftar di web UWRF, kamu akan diminta menjawab 3 pertanyaan:

  • Experience and Background
  • Tell us a bit about yourself.
  • Why you would like to be a volunteer?

See? Gampil tho?

Apalagi saya punya kenalan volunteer (hai, Ayu! ;)) yang bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya mengenai being a volunteer.

Tapi, menginjak pertengahan Agustus, saya tak kunjung menerima email pemberitahuan tentang diterimanya saya sebagai volunteer. Lagi-lagi, Ayu yang menyabarkan saya, dengan mengatakan bahwa mungkin mereka butuh waktu lebih lama untuk menyeleksi semua aplikasi yang masuk.

Maka suatu sore, ketika ada SMS masuk di HP saya, mengatakan bahwa ia, kak Paris, Assistant of Volunteer Coordinator UWRF akan menelepon, saya standby – bahkan tak mengindahkan permintaan briefing dari tim kerja saya *ditoyor bos*

Setelah pembicaraan via telepon dan beberapa email, I'm in! I'm a volunteer for UWRF 2014! \^^/

Nah, pastinya sister juga pingin tahu lebih banyak tentang being a volunteer, jadi izinkan saya sedikit buka rahasia dapur.. Sssttt, ga usah bilang-bilang kak Paris atau ibu Janet (founder UWRF) ya! ;) 

Berapa jumlah aplikasi yang masuk tahun ini? 
Lebih dari 450! Yang diterima? Tidak sampai 250 orang..
Pelamar datang dari berbagai penjuru dunia (I'm telling you the truth). Di divisi MC aja, ada yang dari Malaysia dan Filipina! Selain Indonesia, yang paling banyak juga berasal dari Australia. Tapi ada juga yang dari Amrik, ckckck. 

Apakah kemampuan bahasa Inggris menjadi faktor utama terpilihnya kamu sebagai volunteer?
Ya, jika memang kamu bertugas di divisi yang membutuhkan bahasa Inggris aktif. Ada juga kok, Indonesian Writer Liaison (pendamping panelis yang berasal dari Indonesia). TAPI dengan jumlah aplikan yang segitu banyak, we can't choose to talk only with Indonesian volunteers, right? Kita PASTI berhubungan sama volunteer bule, jadi ya... you paham sendiri lah apa yang I maksud. 

Apa yang akan kita dapat sebagai volunteer? 
Full access for free sessions along the festival (4 days), Sertifikat (YES!), kaos+tote bag+kipas eksklusif UWRF, dan konsumsi untuk lunch&dinner (apabila kamu bertugas). Oya, buat yang ga bisa nyetir motor atau ga mau repot sewa motor, kita akan dilayani ojek yang khusus bertugas untuk para volunteer, dan gratis. Hoho. 

Apakah kita harus mengikuti UWRF sebagai peserta terlebih dahulu? 
Tidak, tapi setelah saya mengalami sendiri, I think I prefer to say yes. Dengan kamu mengikuti UWRF sebagai peserta, maka kamu jadi punya gambaran mau jadi volunteer di divisi apa.. Yah, meskipun keputusan final tetap ada di tangan Volunteer Coordinator sih.. :p

Nah, disini, kamu mesti paham kalau yang namanya volunteer kan terikat jadwal, jadi kita ga bisa milih-milih sesi apa yang mau kita ikuti. Tapi, privilege yang dimiliki volunteer adalah, tentu saja, kita bisa lebih dekat dengan para panelis. Volunteer gitu lho, hihihi.

Kalau saya disuruh milih, enakan mana, jadi peserta atau volunteer? Hmmm saya rasa tetep enakan volunteer, apalagi MC. Total 'keuntungan' yang saya dapatkan karena bertugas di sesi berbayar adalah sekitar dua juta rupiah. Hoho.

Triknya? Lihat dulu daftar panelis yang akan berbicara di UWRF. Kalau kamu pingiiiiin banget ketemu seorang panelis, ngobrol sama dia, dll dst dsb, mending jadi volunteer. Biasanya waktunya ga begitu sih; tapi misi saya tahun ini untuk berbincang dengan Kak Sacha Stevenson, Karim Allam (The Muslim Show), Pak Bondan Winarno, Kak Pangeran Siahaan, dan ibu Lily Yulianti Farid accomplished! And I am happy for that. Alhamdulillah.

Lagipula, as I have mentioned above, ga semua aplikan diterima, jadi udah...daftar volunteer dulu aja. Urusan diterima atau engga, itu belakangan. Kalau ternyata belum berjodoh, yaudin, jadi peserta aja tetep bisa merasakan keseruan UWRF kok.

So, I'll see you in UWRF next year? ;)

Lots of love,
Prima

Volunteer tag
Suasana MC Orientation with Kate Hall (MC Coordinator)
Suasana MC Orientation
Suasana Volunteer Orientation - abaikan ekspresi cantik teman saya :)))

2 comments:

  1. Ihh keren acaranya, buat mereka yang keren dan berprestasi yaa

    ReplyDelete
  2. Wkwkwk, itu kenapa Kak Dika sadar kamera? :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...